Daya Beli Rendah di Kuartal Pertama 2022, Pasar Ponsel Indonesia Melemah

IDC menemukan penurunan ini terjadi karena daya beli masyarakat rendah, yang disebabkan peningkatan harga barang termasuk untuk ponsel.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 17 Juni 2022 | 06:15 WIB
Daya Beli Rendah di Kuartal Pertama 2022, Pasar Ponsel Indonesia Melemah
Ilustrasi handphone. [Freepik]

Posisi kedua diraih OPPO, dengan pangsa pasar 20,2 persen. Pertumbuhan merk ini disokong segmen menengah (rentang harga 200 - 400 dolar AS) yaitu A95 dan A76.

Pangsa pasar OPPO untuk 5G hanya sebesar 3,7 persen pada kuartal I 2022, jauh lebih rendah dibandingkan kuartal I 2021 yang mencapai 26,4 persen. IDC melihat penurunan ini disebabkan merk lain semakin banyak merilis ponsel 5G di Indonesia.

Merk vivo menduduki tempat ketiga dengan pangsa pasar 17,1 persen, ia mengirimkan 1,5 juta unit ponsel. Pendorong utama vivo adalah Y15s dan Y21.

Xiaomi bertahan di tempat keempat meski mengalami kendala pasokan pada dua bulan pertama tahun ini. Pasokan mereka, menurut IDC, kembali naik pada Maret sehingga mereka bisa meningkatkan segmen low-end (100 - 200 dolar AS) dan menengah.

Baca Juga:Demi Keselamatan di Jalan Raya, Abaikan Ponsel Saat Berkendara

Xiaomi mendapatkan pangsa pasar sebesar 14,6 persen pada kuartal pertama 2022, dengan pengiriman 1,3 juta unit.

IDC menyatakan Xiaomi adalah pemain terbesar kedua untuk segmen ponsel 5G di Indonesia.

Di tempat terakhir, terdapat merk realme, dengan pangsa pasar 12,3 persen dan pengiriman 1,1 juta unit. Menurut IDC, merk ini berjaya pada segmen menengah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini