Sementara itu Erwin Panigoro yang hadir sebagai pembicara mengatakan Semarang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, hal ini dibuktikan dengan keberhasilan kota yang dikenal dengan lumpia tersebut mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di masa pandemi.
"Namun demikian, kehadiran program dukungan bagi pelaku UMKM dari Borong tidak hanya membantu para pelaku UMKM termasuk pemilik usaha warung tradisional untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usahanya, tetapi untuk dapat memanfaatkan seluruh potensi yang ada di wilayah Semarang dan sekitarnya,” ujarnya.
Erwin melihat, pandemi telah mendorong akselerasi transformasi digital berlangsung lebih cepat, inovasi teknologi Borong menyediakan akses bagi pemilik usaha warung tradisional untuk terus tumbuh.
“Dengan sistem closed-loop marketplace, Borong memudahkan pelaku usaha kecil untuk mendapatkan akses dan dukungan dari pelaku usaha yang lebih besar dalam mengembangkan usahanya," ujarnya.
Baca Juga:Peserta Triathlon The Rising Tide Disambut Wakil Walikota Semarang
Setahun beroperasi di Indonesia, Borong tidak hanya membawa dampak ekonomi akan tetap juga dampak positif secara sosial. Pemilik usaha warung tradisional yang sebagian besar dimiliki oleh ibu rumah tangga dan dikelola sebagai usaha sambilan di sela-sela kesibukan mengurus keluarga dapat merasakan manfaat dari solusi yang diberikan Borong.
Platform yang digunakan Komunitas Borong memudahkan anggotanya, termasuk para ibu rumah tangga yang menjalankan usaha warung, untuk berbelanja kebutuhan warung secara online, mendapatkan harga yang lebih kompetitif, menikmati program promosi menarik yang ditawarkan distributor serta bebas biaya kirim untuk jarak tertentu.
Waktu yang biasanya dihabiskan untuk berbelanjapun kini bisa digunakan untuk berdiskusi dengan tim Borong dan menyusun strategi pemasaran serta rencana pengembangan usaha.
Setelah Semarang, efektif Agustus 2022 layanan Borong juga dapat dinikmati di Jakarta dan sekitarnya. Borong akan terus memperluas jangkauan layanannya dan membantu para pelaku UMKM, termasuk memberdayakan lebih dari 3,6 juta warung yang ada di Indonesia.
Baca Juga:Olahan Ayam Masih Jadi Favorit Pengguna Layanan Pesan-Antar Makanan di Indonesia