facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ekosistem Digital Permudah Hidup Masyarakat Selama Pandemi COVID-19, Benarkah Hal Itu Terjadi?

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 05 Agustus 2022 | 08:00 WIB

Ekosistem Digital Permudah Hidup Masyarakat Selama Pandemi COVID-19, Benarkah Hal Itu Terjadi?
Ilustrasi digital. Ekosistem digital mempermudah hidup masyarakat yang mobilitasnya terhambat selama pandemi COVID-19, benarkah hal itu terjadi? (Dok: BRI)

Ekosistem digital mempermudah hidup masyarakat yang mobilitasnya terhambat selama pandemi COVID-19, benarkah hal itu terjadi?

SuaraJawaTengah.id - Wakil Kepala Lembaga Demografi (LD), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Paksi C.K. Walandouw, Ekosistem digital mempermudah hidup masyarakat yang mobilitasnya terhambat selama pandemi COVID-19

"Ketika mobilitas terganggu, masyarakat bertahan tergantung dari ekosistem digital," kata Paksi dikutip dari ANTARA pada Jumat (5/8/2022).

Ekosistem memudahkan mobilitas masyarakat yang sulit melakukan perjalanan ke tempat kerja, sekolah, atau berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah pembatasan pandemi.

"Ketika mobilitas terganggu maka bagaimana masyarakat bertahan tergantung dari ekosistem dan pada 2020, ekosistem yang ada dan membantu masyarakat lewat mitra UMKM dan konsumen adalah ekosistem Gojek," ujar dia, menambahkan Lembaga Demografi sejak 2017 telah berkolaborasi dengan Gojek untuk mengadakan penelitian tentang dampak sosial ekonomi.

Baca Juga: Pelaku Ekraf Aceh Besar Didorong Maksimalkan Strategi Pemasaran Digital

Dengan fitur-fitur dalam platform tersebut, masyarakat bisa lebih leluasa berbelanja, memesan makanan atau berjualan meski aktivitas lebih terpusat di rumah saat pandemi. Berdasarkan data, kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian nasional sebesar Rp249 triliun atau 1,6 persen PDB Indonesia pada tahun 2020.

Perekonomian bisa tetap tumbuh meski ada hambatan mobilitas akibat COVID-19, terbukti berdasarkan riset Lembaga Demografi pada 2020-2021 ditemukan data bahwa pendapatan mitra pengemudi motor naik 24 persen pada 2021 dari awal pandemi 2020. Sementara itu, pendapatan mitra pengemudi mobil naik 18 persen dari awal pandemi.

Dari segi UMKM, ia memaparkan 4 dari 5 mitra UMKM percaya fitur GoFood mendorong pertumbuhan usaha. Para pebisnis baru juga bermunculan, di mana 1 dari 3 mitra GoFood yang adalah pengusaha pemula yang langsung berjualan secara daring. Sementara itu, 66 persen mitra UMKM di GoFood rata-rata pendapatannya naik pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi

Gojek, yang mulai beroperasi sejak 2010 dan kini sudah hadir di Singapura dan Vietnam, memiliki strategi untuk terus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Ajang Pencarian Pahlawan Digital UMKM Kembali Digelar

Deputy Chief of Corporate Affairs Gojek Audrey P. Petriny mengatakan, pihaknya senantiasa melakukan inovasi dan layanan yang memudahkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait