facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bersama Pramuka, Ganjar Tanam 3.500 Bibit Mangrove di Semarang

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 05 Agustus 2022 | 13:00 WIB

Bersama Pramuka, Ganjar Tanam 3.500 Bibit Mangrove di Semarang
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Pramukan tanam 3.500 bibit mangrove dan cemara laut di kawasan Pantai Mangunharjo, Kota Semarang. [Dok Pemprov Jateng]

Ganjar Pranowo dan Pramukan tanam 3.500 bibit mangrove dan cemara laut di kawasan Pantai Mangunharjo, Kota Semarang

SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 3.500 bibit mangrove dan cemara laut ditanam di kawasan Pantai Mangunharjo, Kota Semarang, Jumat (5/8/2022). Penanaman dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo dan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah.

Kegiatan dimulai Ganjar dengan olahraga jalan kaki dari Taman Lele, Tambakaji, Ngaliyan. Sepanjang rute 10 kilometer, Ganjar berjalan sambil menyapa warga yang sedang beraktivitas pagi.

Sesekali Ganjar juga meladeni warga yang melintas dan berhenti untuk sekadar menyapa, bersalaman atau meminta foto. Memasuki kawasan Pantai Mangunharjo, Ganjar menyapa para nelayan.

Selain anggota Kwarda Jateng, penanaman juga diikuti TNI, Polri, Lanal, Perhutani, siswa Polimarin dan sejumlah relawan lainnya.

Baca Juga: Elektabilitas Prabowo Ungguli Ridwan Kamil, Anies dan Ganjar Pranowo

Ganjar mengatakan, penanaman yang diinisiasi Kwarda Jateng ini bentuk kolaborasi menjaga ekosistem laut. Juga sebagai bentuk merawat bibir pantai yang terancam penurunan tanah. Ganjar mencontohkan dua bangunan permanen di sekitar kawasan penanaman dan sebagian mulai tenggelam.

"Kalau gerakan ini terus disampaikan lebih banyak lagi, ini cara kita menghandle kondisi lingkungan yang mudah-mudahan kita bisa melakukan perbaikan, restorasi," kata Ganjar usai acara.

Salah satu contoh penanaman yang dinilainya mulai terlihat hasilnya ada di Pantai Selatan Kebumen. Ganjar berharap, gerakkan ini dilakukan secara kontinyu dan diikuti kelompok lainnya.

Contoh lain dari gerakan serupa, adalah kebijakan di perguruan tinggi negeri di Semarang. Di perguruan tinggi negeri tersebut, mahasiswa baru punya kewajiban melakukan penanaman pohon.

"Terus kemudian syaratnya harus hidup. Pernah suatu ketika diceritakan kepala desanya, saat itu dia mau ujian 'pohonmu yang mana?' Dan satu pohonnya mati, sehingga ujiannya ditunda. Itu bagus sekali sehingga orang punya tanggung jawab," katanya.

Baca Juga: Pasien Suspek Cacar Monyet Asal Boyolali Dinyatakan Negatif, Ini Tanggapan Ganjar Pranowo

Ketua Mabida Kwarda Jateng itu mendorong seluruh komponen masyarakat untuk sadar lingkungan. Pemerintah, kata Ganjar, siap membantu menyediakan bibit jika dibutuhkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait