Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tragis! Gara-gara Sering Dibully, Pelajar di Brebes Nekat Ceburkan Diri ke Sumur

Ronald Seger Prabowo Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:18 WIB

Tragis! Gara-gara Sering Dibully, Pelajar di Brebes Nekat Ceburkan Diri ke Sumur
Lokasi sumur tempat GDR menceburkan diri. [Istimewa]

Pelajar berinisial GDR (18) itu diduga ingin mengakhiri hidupnya karena kerap dibully.

SuaraJawaTengah.id - Seorang pelajar di Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes nekat mencoba bunuh diri dengan menceburkan diri ke sumur, Selasa (9/8/2022). Pelajar berinisial GDR (18) itu diduga ingin mengakhiri hidupnya karena kerap dibully.

Informasi peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Bumiayu ‎AKP Heri Riyanto ketika dikonfirmasi.

"Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB," katanya, Selasa (9/8/2022).

Heri mengungkapkan, GDR ‎menceburkan diri ke dalam sumur sedalam sekitar 17 meter yang ada di luar rumahnya. Tindakan pelajar SMA itu pertama diketahui oleh ibunya, Muslikha (53).

Baca Juga: Pelajar Wajib Tahu! 5 Tips untuk Menambah Fokus Belajar

Saat itu Muslikha melihat anaknya berada di bibir sumur dan tiba-tiba menceburkan diri. Kaget dengan tindakan sang anak, Muslikha seketika berupaya menolong, namun tak kuat mengangkat tubuh anaknya.

Dia kemudian berteriak meminta tolong ke tetangga-tetangganya. Mendengar teriakan itu, sejumlah warga berdatangan dan langsung membantu menolong.

"Warga juga melaporkan kejadian itu ke Polsek Bumiayu dan BPBD Bumiayu. Selanjutnya, anggota Polsek dan BPBD mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi," ujarnya.

Menurut Heri, GDR berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Bumiayu. Dari pemeriksaan petugas medis, nyawa GDR dipastikan masih terselamatkan.

"Setelah berhasil dievakuasi, korban masih hidup. Saat ini masih dalam perawatan di RSUD Bumiayu untuk pemulihan,"‎ ujar dia.

Baca Juga: Singgung Kisah Kopda Muslimin Bunuh Istrinya, Megawati: Saya Jadi Ironis Banget

‎Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Heri berujar, GDR sering dibully oleh teman-temannya. Akibat sering menjadi sasaran perundungan, GDR enggan melanjutkan sekolahnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait