Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jerman Temukan Kasus Pertama Cacar Monyet, Anak Berusia 4 Tahun Terpapar

Budi Arista Romadhoni Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:45 WIB

Jerman Temukan Kasus Pertama Cacar Monyet, Anak Berusia 4 Tahun Terpapar
Ilustrasi Cacar Monyet. Jerman mencatat kasus pertama cacar monyet pada anak, kata Institut Robert Koch (RKI) untuk penyakit menular, Selasa (9/8/2022). (Shutterstock)

Jerman mencatat kasus pertama cacar monyet pada anak, kata Institut Robert Koch (RKI) untuk penyakit menular, Selasa (9/8/2022)

SuaraJawaTengah.id - Jerman mencatat kasus pertama cacar monyet pada anak, kata Institut Robert Koch (RKI) untuk penyakit menular, Selasa (9/8/2022).

Kasus tersebut menimpa seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang tinggal serumah dengan dua orang dewasa yang terinfeksi, menurut laporan RKI.

Dua kasus pertama cacar monyet di kalangan remaja berusia 15 dan 17 tahun tercatat pada minggu lalu.

Kasus-kasus tersebut terkait dengan wabah cacar monyet pada Mei yang melanda banyak negara di seluruh dunia, terutama di Eropa.

Baca Juga: Hasil Undian Japan Open 2022: Gregoria Mariska Tunjung Lawan Wakil Jerman

Sekitar dua setengah bulan setelah kasus pertama cacar monyet terdeteksi di Jerman, sebanyak 2.982 kasus telah dilaporkan ke RKI.

Dalam wabah kali ini, "bukti terbaru menunjukkan bahwa penularan terjadi terutama dalam konteks aktivitas seksual... saat ini, terutama di antara pria yang melakukan kontak seksual dengan pria lain," kata RKI.

"Sejauh yang diketahui, sebagian besar dari mereka yang terdampak tidak mengalami sakit parah."

Ancaman cacar monyet terhadap kesehatan masyarakat umum di Jerman dianggap rendah, menurut RKI.

Namun, lembaga tersebut terus "memantau situasi dengan sangat cermat dan menyesuaikan penilaiannya dengan kondisi yang diketahui saat ini."

Baca Juga: Kemenkes Tetap Lakukan Pengawasan Ketat Walaupun Kasus Cacar Monyet Belum Terdeteksi

“Untuk mencegah penyebaran virus cacar monyet dan menahan wabah, penting di awal vaksinasi untuk mendistribusikan vaksin dalam jumlah yang tersedia dengan manfaat terbaik,” kata

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait