Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dua Menteri Beda Pendapat Soal Kenaikan Mie Instan, Gus Nadir Sentil Presiden Jokowi: Nggak Punya WA Grup?

Ronald Seger Prabowo Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:50 WIB

Dua Menteri Beda Pendapat Soal Kenaikan Mie Instan, Gus Nadir Sentil Presiden Jokowi: Nggak Punya WA Grup?
Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir. [Instagram/@nadirsyahhosen_official]

Menteri Perdagangan (Mendag)Zulkifli Hasanmemastikanharga mie instannaik tiga kali lipat tidak terjadi, sebagaimana ramai diberitakan sebelumnya.

SuaraJawaTengah.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan harga mie instan naik tiga kali lipat tidak terjadi, sebagaimana ramai diberitakan sebelumnya.

"Mi instan tidak akan naik tiga kali karena gandum memang trennya naik, karena gagal panen di Australia yakni sekitar 67 juta ton gagal panen," kata Mendag Zulkifli Hasan usai meninjau harga kebutuhan pangan di Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (11/8/2022).

Ia menjelaskan, kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu ke Rusia membawa dampak baik terhadap ketersediaan dan pasokan gandum di Indonesia.

"Presiden pergi ke Rusia dan ternyata berhasil, gandum bebas sekarang. Jadi pasar gandum akan dibanjiri oleh Ukraina. Kemudian Australia panennya berhasil, Kanada berhasil, Amerika berhasil. Justru menurut saya, gandum pada September akan turun harganya, trennya akan turun," tambahnya.

Baca Juga: Mendag Sebut Harga Mi Instan tidak Akan Naik Tiga Kali Lipat karena Efek Jokowi

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut kenaikan harga mie instan memang tak dapat dihindari akibat kenaikan harga gandum dan produk turunannya termasuk tepung terigu yang menjadi bahan baku utama mie instan.

Saat ini harga gandum internasional melambung ke angka USD 12,77 per bushel. Di pasar domestik, harga tepung terigu berada di kisaran Rp13.000 per kg. Padahal sebelumnya harga produk tersebut berada di bawah Rp10.000.

Kenaikan harga mie instan ini sudah dapat diprediksi. Secara tidak langsung invasi yang dilancarkan Rusia pada Ukraina mempengaruhi pasokan gandum ke seluruh dunia yang merupakan bahan baku utama dalam membuat mie instan.

Perbedaan pendapat dua menteri di atas rupanya mematik perhatian tokoh muda Nahdlatul Ulama Nadirsyah Hosen.

Pria yang kerap disapa Gus Nadir itu menyayangkan perbedaan pendapat soal desas-desus harga mie instan bakal naik tiga kali lipat.

Baca Juga: Kunjungi Pabrik Erigo, Mendag Akui Banyak Dapat Masukan untuk Bantu Produk lokal

"Pak @jokowi apa menteri-menteri panjenengan gak punya wa grup yah? Kok gak kompak gini sih kasih info ke publik," kata Gus Nadir melalui cuitanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait