Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Miris, Tiga Tahun Bangunan SD N 2 Ciarus Banyumas Rusak, Murid Terpaksa Belajar Tanpa Atap, Pemkab Masih Tutup Mata

Ronald Seger Prabowo Senin, 15 Agustus 2022 | 18:30 WIB

Miris, Tiga Tahun Bangunan SD N 2 Ciarus Banyumas Rusak, Murid Terpaksa Belajar Tanpa Atap, Pemkab Masih Tutup Mata
Siswa belajar di luar kelas untuk menunggu penggunaan ruangan karena dua bangunan yang nyaris roboh di SD N 2 Ciarus, Desa Randegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Senin (15/8/2022). [Suara.com/Anang Firmansyah]

Kondisi tersebut menurut kepala sekolah setempat sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

SuaraJawaTengah.id - Murid SD N 2 Ciarus, Desa Randegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas terpaksa harus belajar di luar ruangan karena kondisi bangunan yang sudah hampir roboh.

Kondisi tersebut menurut kepala sekolah setempat sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

Hal tersebut diakui Kepala Sekolah SD N 2 Ciarus, Kusdiyanto saat ditemui, Senin (15/8/2022). Menurutnya saat dirinya pindah ke SD setempat pada akhir tahun 2021, kondisinya sudah rusak karena ambles.

"Kami datang ke SD N 2 Ciarus itu akhir Desember tahun 2021. Ketika kami datang disini sudah dapat informasi ruang kelas yang sudah tidak dapat digunakan lagi. Dua ruangan ini," katanya kepada wartawan, Senin (15/8/2022).

Baca Juga: School Tales Episode 2: Vengeful Spell, Salah Langkah Santet Bekerja

Untuk perbaikan ruang kelas tersebut, dari kepala sekolah sebelumnya sudah pernah diajukan pada tahun 2019. Menurutnya segala persyaratan mengenai perbaikan bangunan sudah dilakukan, termasuk juga berkoordinasi dengan dengan Korwilcam Wangon. Namun hingga kini belum ada respon.

"Kami pun tetap mengikuti petunjuk dari Korwilcam dan Dinas Pendidikan. Yang terakhir kami juga supaya diminta mengirimkan persyaratan dari bagian Sarpras Dindik Kabupaten melalui email. Itu sudah kami kirimkan. Sampai hari ini belum ada (respon)," terangnya.

Kondisi bangunan rusak tersebut diperparah dengan kejadian belum lama ini. Akibat hujan deras, ruangan yang diusulkan untuk perbaikan malah semakin parah.

"Salah satu ruangan itu temboknya roboh dan pondasinya jebol. Sementara kami sudah mendapat informasi untuk melaporkan kejadiannya," jelasnya.

Rusaknya ruang kelas tersebut berdampak pada jam belajar siswa. Dari ruang belajar yang ada kemudian dibagi menjadi dua waktu. Pada pagi hari dan siang hari.

Baca Juga: Ngakak! Sekolah di Depan Rumah, Makan Siang Siswa Ini Fresh Diantar Ibu

"Itu saja kami batasi jam pulangnya dari tujuh rombongan belajar maksimalnya pada pukul 13.00 WIB. Untuk kelas 1 sampai 3 dimulai pada pukul 07.00-10.00 WIB. Sedangkan untuk selebihnya digunakan untuk kelas 4 sampai 6," tuturnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait