Lambang padepokan berupa gambar dua cetok semen bersilang. "Mengingatkan bahwa saya mengawali ini semua dari pekerjaan kuli bangunan," kata Partiman bangga.
Perjuangan Partiman untuk mengenalkan pijat tradisional kepada dunia tidak berhenti pada menjuarai kompetisi di Bali pada November mendatang. Dia dijanjikan berangkat ke Brunei Darusallam jika berhasil masuk 10 besar kompetisi tersebut.
"Target saya di Bali masuk 10 besar dari 45 kontestan. Dari 10 besar kompetisi itu akan dibawa ke Brunei Darusallam. Mencoba jadi pemijat anggota keluarga Kerajaan Brunei."
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Baca Juga:Si Cantik dan Ancaman Putri Candrawathi ke Ferdy Sambo Pemicu Pertengkaran di Magelang