Ia mengatakan, mayoritas yang mengikuti pendampingan adalah anak-anak dengan orang tua tunggal, yang tinggal di sekitar Kota Lama Semarang.
"Beberapa kendala juga kami alami, tak jarang anak dampingan kami tidak diijinkan orang tuanya. Hal itu karena mereka membantu mencari nafkah, dengan cara berdagang telur gulung, es atau gorengan," tuturnya.
Meski demikian, para relawan Rumah Pintar Bangjo terus berusaha untuk memenuhi hak anak-anak tersebut.
"Pertama kali kami melakukan pendampingan banyak yang tidak mau sekolah, sekarang mereka ada yang ingin melanjutkan hingga SMP bahkan SMA. Kami juga membantu saat anak-anak dampingan kami mencari sekolah," imbuhnya.
Kontributor : Aninda Putri Kartika