Ia menyebut, DCF tahun ini tidak seramai dengan DCF 2018. Ia menduga jika banyak masyarakat yang masih ragu karena pandemi belum sepenuhnya hilang.
"Ya kalau dibandingkan dengan 2018, DCF tahun ini belum seramai dulu. Mungkin karena masih pada takut jadi ragu mau ikut DCF," sebutnya.
Meski tak seramai tahun 2018, para pelaku wisata berharap jika DCF tahun ini sebagai awal kebangkitan ekonomi wisata.
"Ya walaupun nggak seramai 2018, tapi berharap semoga DCF ini jadi awal kembali bangkitnya ekonomi di sektor wisata, dan terus membaik seterusnya," kata dia.
Pemilik salah satu warung di Candi, Saroji juga mengungkapkan hal yang sama. Dirinya sangat bersemangat karena warung yang berada di pintu masuk candi Arjuna kembali ramai.
"Alhamdulillah, kembali ramai setelah sekian lama," ungkapnya.
Sementara untuk tukang parkir, dalam gelaran DCF tak perlu diragukan lagi. Sebab, saat event berlangsung, semua tempat parkir kerap kuwalahan.
"Bahkan ini rezeki tidak cuma dirasakan tukang parkir, tapi warga yang kemudian dapat rezeki dari parkir karena jasa parkir saat DCF banyak yang butuh. Sana sini penuh, pekarangan diratakan untuk lahan parkir," kata Sukino, warga sekaligus tukang parkir di Dieng.
Hari pertama DCF diramaikan oleh serangkaian acara seperti festival purwaceng, festival caping, pagelaran seni budaya, napak tilas budaya, aksi dieng bersih dan Jazz atas awan sesi 1.
Selain itu, stand kuliner, oleh oleh, dan pernak pernik pun turut meramaikan DCF tahun 2022 ini.