Limbah Tambak Udang Ancam Kelestarian Biota Laut Karimunjawa, Ini Penjelasan Balai Konservasi

Dari informasi yang dihimpun tambak udang di kepulauan Karimunjawa tersebar di sekitar dusun Jatikerep, Alang-Alang, dusun Nyamplungan, Kemujan, Telaga dan dusun Mrican.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 29 September 2022 | 16:47 WIB
Limbah Tambak Udang Ancam Kelestarian Biota Laut Karimunjawa, Ini Penjelasan Balai Konservasi
Kondisi Tambak Udang di wilayah kepulauan Karimunjawa. [ist]

SuaraJawaTengah.id - Taman Balai Konservasi Karimunjawa mengklaim baku mutu air di kawasan konversi di wilayah tersebut masih dalam batas wajar.

Kepala Taman Balai Konservasi Karimunjawa, Titi Sudaryati mengungkapkan hal tersebut, pasca ramainya keluhan warga sekitar kepulauan Karimunjawa lantaran adanya dugaan pencemaran air laut dari limbah tambak udang.

"Jadi tambak itu di luar kawasan balai konservasi Karimunjawa dan pembuangan limbah memang mengalir ke laut. Dari hasil Kajian 100 meter sampai 500 meter kualitas baku air masih dibawah baku mutu," ungkap Titi kepada SuaraJawaTengah.id, Kamis (29/09/22).

Titi menuturkan, kawasan konservasi berada jauh dari tambak udang dan pihaknya telah melakukan upaya pencegahan pengecekan baku air mutu secara berkala untuk tetap menjaga ekosistem laut di sekitar Karimunjawa. 

Baca Juga:Punya Motif Totol-totol, Anak Kucing yang Ditemukan Warga Sukabumi Ini Bukan Kucing Biasa

"Kami sudah melakukan pencegahan dengan pengecekan air secara berkala," katanya. 

Menurut Titi, kualitas air laut di wilayah konservasi Karimunjawa berdasarkan acuan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.

"Sudah ada acuan yang kami pegang terkait pengecekan air limbah di daerah konservasi," jelas Titi.

Selain melakukan upaya pengecekan baku air mutu, pihaknya juga telah membuat surat imbauan serta peringatan kepada pemilik dan pengelola tambak udang agar memperhatikan proses pengolahan limbah (IPAL).

"Beberapa kali kami juga memberikan surat imbauan dan peringatan terkait IPAL," imbuhnya. 

Baca Juga:Karimunjawa Dapat Bantuan Kesehatan dari Australia: Pencegahan Covid, Antrax dan Kapal Ambulan

Ia berharap, adanya kerjasama antara sejumlah pihak terkait untuk tetap menjaga kelestarian ekosistem di kawasan konservasi Karimunjawa. 

News

Terkini

Betapa terkagetnya wanita itu saat melihat mayat terbujur kaku yang tergelatak hingga mengundang kedatangan warga.

News | 11:06 WIB

Dalam berbagai kasus mafia hukum yang terjadi di Indonsesia, Mahfud MD juga menyinggung keberadaan jaksa hingga polisi.

News | 10:18 WIB

Dengan mulai dibangunnya jalur wisata Baturraden-Serang-Belik, daerah wisata di Kabupaten Banyumas-Purbalingga dan Pemalang akan saling terintegrasi.

News | 19:44 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan program Tuku Lemah Oleh Omah terus berjalan. Menurutnya program itu bisa direplikasi dalam situasi kebencanaan

News | 19:24 WIB

Pembebasan lahan menjadi kendala pada pelaksanaan Proyek Tol Semarang-Demak seksi 1. Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membentuk tim khusus

News | 19:17 WIB

Meskipun mendominasi jalannya laga sejak menit awal, PSIS Semarang harus mengakui keunggulan PSIM

News | 19:06 WIB

DKI berhasil mengalahkan perwakilan tuan rumah Jawa Tengah lewat adu penalti, 5-4.

News | 18:16 WIB

Pesepak bola Pratama Arhan dikabarkan pulang kampung ke tanah kelahirannya di Blora, Jawa Tengah

News | 18:09 WIB

Membahas kesetaraan gender, Cinta Laura Kiehl menyentil soal feminisme di Indonesia

News | 16:07 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki program unik dalam membantu warganya memiliki rumah. Yaitu "Tuku Lemah Oleh Omah"

News | 15:08 WIB

Pengungkapan kasus pembunuhan ASN Pemkot Semarang masih menjadi misteri. Hingga kini, pelaku utama pembunuhan tersebut belum juga terungkap

News | 14:52 WIB

Edukasi keuangan digital menjadi hal yang wajib dipelajari. Apalagi kini pembayaran tunai mulai dialihkan

News | 14:45 WIB

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mengecam umat muslim soal dukungan kepada Negara Qatar terhadap LQBT

News | 14:28 WIB

Curah hujan yang tinggi memberikan dampak terhadap pertanian. Hal itu terjadi di Kabupaten Kudus, ratusan hektar lahan pertanian terendam banjir

News | 11:37 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan peningkatan sumberdaya manusia penting didorong. Sehingga tidak ada lagi suara miring tentang keberadaan tenaga kerja asing

News | 11:02 WIB
Tampilkan lebih banyak