Geger G30SPKI, Cerita Beringasnya Perintah Soeharto Basmi Komunis di Brebes: Diseret, Dianiaya Hingga Tewas

Peristiwa kelam 30 September 1965 atau G30S diikuti dengan operasi penumpasan PKI dan pembunuhan massal terhadap jutaan orang yang dituduh komunis di daerah-daerah

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 30 September 2022 | 10:18 WIB
Geger G30SPKI, Cerita Beringasnya Perintah Soeharto Basmi Komunis di Brebes: Diseret, Dianiaya Hingga Tewas
Ilustrasi Partai Komunis Indonesia (PKI) ditangkap militer. Peristiwa kelam 30 September 1965 atau G30S diikuti dengan operasi penumpasan PKI dan pembunuhan massal terhadap jutaan orang yang dituduh komunis di daerah-daerah. [Suara.com/Iqbal]

Sayudi masih dapat mengingat rasa sakit luar biasa yang menderanya. Dipukuli hingga dihantam sebuah senjata yang disebut "ruyung kawung" membuat petani itu akhirnya terkapar tak berdaya dengan tubuh penuh luka. Kepalanya retak. 

Tubuh Sayudi lalu dibiarkan teronggok di tepi jalan desa. Sempat dikira sudah meninggal, menantu seorang tentara itu ternyata masih hidup dan dihantui trauma mendalam di sisa usianya.

Catatan YKPP 1965, penyerbuan terhadap orang-orang yang dituduh terlibat G30S juga terjadi di pedukuhan dan desa lain di Banjarharjo, di antaranya Lebakherang, Cijambe, Cipajang, Rembet, Penanggapan, Kertasari dan Cisadap. Sasarannya adalah mereka yang aktif berorganisasi seperti halnya Sayudi yang ikut Pemuda Rakyat dan kemudian menjadi anggota Barisan Tani Indonesia.

Beberapa dari mereka yang diburu akhirnya ditangkap lalu ditahan bertahun-tahun di sejumlah tempat tanpa pengadilan. Beberapa lainnya mati dieksekusi.

Baca Juga:Link Nonton Film G30S PKI Full Movie di Peringatan Gerakan 30 September

Menurut Wijanarto, tak diketahui berapa jumlah pasti korban peristiwa September1965 di Brebes, khususnya di wilayah-wilayah yang menjadi sasaran operasi di Kecamatan Banjarharjo.‎ Lokasi kuburan mayat-mayat mereka yang mati pun tak diketahui.

‎"Korban-korban penumpasan PKI di Brebes kebanyakan dibuang ke sungai. Ada juga cerita lisan yang masih sumir, bahwa ada beberapa sumur yang mirip lubang buaya," kata dia.

‎Wijanarto mengatakan, setelah operasi penumpasan PKI, rapat umum sempat digelar di alun-alun Brebes. Orang-orang dikumpulkan untuk mendengarkan pidato Soeharto. 

"Dari cerita saksi mata, setelah Brebes relatif aman, waktu itu orang-orang, termasuk dari wilayah-wilayah pegunungan dikumpulkan dalam rapat umum di alun-alun untuk dimobilisasi gerakan antikomunis, agar berhati-hati dengan komunis," ujarnya. 

Kontributor : F Firdaus

Baca Juga:Kisah Kampung Sambeng Solo Jadi Persembunyian DN Aidit: Tentara Datang Jam 3 Pagi, Warga Pria Dibawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak