Waduh! Cak Nun Beberkan Empat Hal untuk Mendidik Anak, Salah Satunya Harus Pakai Kekerasaan

BudayawanEmha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun membeberkan empat hal yang perlu diperhatikan orang tua saat mendidik anaknya

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 12 Oktober 2022 | 08:42 WIB
Waduh! Cak Nun Beberkan Empat Hal untuk Mendidik Anak, Salah Satunya Harus Pakai Kekerasaan
Potret Budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. (Dokumen Suara.com)

SuaraJawaTengah.id - Pada umumnya, semua orang tua memimpikan anak-anaknya tumbuh menjadi keperibadian yang kuat, tangguh dan taat pada agama.

Namun, masih banyak orang tua yang belum paham langkah-langkah atau parenting dalam mendidik anak.

Budayawan Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun membeberkan empat hal yang perlu diperhatikan orang tua saat mendidik anaknya.

"Tolong semua yang punya anak dan yang akan punya anak. Jangan lolos dari empat hal dan anakmu harus oke dengan empat hal ini," kata Cak Nun dikutip dari akun TikTok @yoji826 pada Rabu (12/10/2022).

Baca Juga:Cak Nun Sentil Polisi: Jangan Sampai Suporter Sepak Bola Disamakan dengan Teroris

Kemudian Cak Nun memaparkan empat hal tersebut satu persatu. Menurut Cak Nun yang paling utama yakni mendidik akhlak.

"Akhlak nggak ada tawaran mutlak ya. Berarti aqidah oke, syariat oke ya. Kalau ini bolong saya tidak jamin yang lainnya," kata Cak Nun.

Selanjutnya, orang tua harus bersikap tegas terutama saat mendisiplinkan anak pada sesuatu yang menyangkut agama dan lainnya.

"Kamu harus terapkan militer di rumahmu. Anakmu itu harus dilatih disiplin sekeras mungkin. Jangan terjebak dengan kata-kata anti kekerasan," ujar Cak Nun.

"Makanya yang kedua ini anak harus mengalami kekerasan. Kekerasan adalah sembayang titik, kudu gelem titik. Ini sudah jam 6 harus udah mandi titik," sambung Cak Nun.

Baca Juga:Ditanya Jika Takbir Hari Raya Diganti dengan Lagu Satu Nusa Satu Bangsa, Jawaban Cak Nun Bikin Adem

Hal ketiga yang tak kalah pentingnya, menurut Cak Nun orang tua harus mengajari anaknya soal ilmu perhitungan.

News

Terkini

Betapa terkagetnya wanita itu saat melihat mayat terbujur kaku yang tergelatak hingga mengundang kedatangan warga.

News | 11:06 WIB

Dalam berbagai kasus mafia hukum yang terjadi di Indonsesia, Mahfud MD juga menyinggung keberadaan jaksa hingga polisi.

News | 10:18 WIB

Dengan mulai dibangunnya jalur wisata Baturraden-Serang-Belik, daerah wisata di Kabupaten Banyumas-Purbalingga dan Pemalang akan saling terintegrasi.

News | 19:44 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan program Tuku Lemah Oleh Omah terus berjalan. Menurutnya program itu bisa direplikasi dalam situasi kebencanaan

News | 19:24 WIB

Pembebasan lahan menjadi kendala pada pelaksanaan Proyek Tol Semarang-Demak seksi 1. Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membentuk tim khusus

News | 19:17 WIB

Meskipun mendominasi jalannya laga sejak menit awal, PSIS Semarang harus mengakui keunggulan PSIM

News | 19:06 WIB

DKI berhasil mengalahkan perwakilan tuan rumah Jawa Tengah lewat adu penalti, 5-4.

News | 18:16 WIB

Pesepak bola Pratama Arhan dikabarkan pulang kampung ke tanah kelahirannya di Blora, Jawa Tengah

News | 18:09 WIB

Membahas kesetaraan gender, Cinta Laura Kiehl menyentil soal feminisme di Indonesia

News | 16:07 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki program unik dalam membantu warganya memiliki rumah. Yaitu "Tuku Lemah Oleh Omah"

News | 15:08 WIB

Pengungkapan kasus pembunuhan ASN Pemkot Semarang masih menjadi misteri. Hingga kini, pelaku utama pembunuhan tersebut belum juga terungkap

News | 14:52 WIB

Edukasi keuangan digital menjadi hal yang wajib dipelajari. Apalagi kini pembayaran tunai mulai dialihkan

News | 14:45 WIB

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mengecam umat muslim soal dukungan kepada Negara Qatar terhadap LQBT

News | 14:28 WIB

Curah hujan yang tinggi memberikan dampak terhadap pertanian. Hal itu terjadi di Kabupaten Kudus, ratusan hektar lahan pertanian terendam banjir

News | 11:37 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan peningkatan sumberdaya manusia penting didorong. Sehingga tidak ada lagi suara miring tentang keberadaan tenaga kerja asing

News | 11:02 WIB
Tampilkan lebih banyak