Deteksi Kanker Sejak Dini, Remaja Putri Bisa Cek Payudara Sejak Akil Balig

Pemeriksaan payudara untuk diri sendiri (SADARI) sudah bisa dilakukan sejak remaja putri menginjak usiaakil baligdemi mendeteksi kanker payudara sejak dini

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 13 Oktober 2022 | 12:49 WIB
Deteksi Kanker Sejak Dini, Remaja Putri Bisa Cek Payudara Sejak Akil Balig
Ilustrasi Kanker Payudara. Pemeriksaan payudara untuk diri sendiri (SADARI) sudah bisa dilakukan sejak remaja putri menginjak usia akil balig demi mendeteksi kanker payudara sejak dini. (Freepik)

SuaraJawaTengah.id - Dokter spesialis bedah onkologi dari Universitas Indonesia, dr. Farida Briani Sobri, SpB (K)Onk, mengatakan pemeriksaan payudara untuk diri sendiri (SADARI) sudah bisa dilakukan sejak remaja putri menginjak usia akil balig demi mendeteksi kanker payudara sejak dini.

"Sejak akil balig semua perempuan sebaiknya sudah tahu SADARI," kata Farida dikutip dari ANTARA, Kamis (13/10/2022).

Dokter yang baru menyelesaikan program doktor di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengatakan angka kematian karena kanker payudara di Indonesia tertinggi untuk seluruh kanker karena sebagian besar perempuan datang ketika penyakit sudah pada stadium lanjut.

Padahal, penyakit ini bisa diatasi sejak awal bila dideteksi sejak dini. Dia mencontohkan Australia yang angka kejadian kanker lebih tinggi dibandingkan Indonesia tetapi angka kematiannya rendah karena para pasien datang ketika penyakit belum memburuk.

Baca Juga:Kiki Fatmala Siapkan Pemakaman Usai Kena Kanker Stadium Empat

Itulah mengapa dia menegaskan pentingnya skrining kesehatan melalui pemeriksaan payudara sendiri secara rutin setiap bulan.

Jika ditemukan kelainan, misalnya benjolan atau cairan abnormal, segera datangi tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut atau pemeriksaan payudara secara klinis (SADANIS). Menurut dia, pemeriksaan ini juga bisa dilakukan oleh dokter umum di fasilitas kesehatan pertama.

Sejak menginjak usia 25 tahun, perempuan disarankan untuk melakukan SADANIS sekali dalam setahun walau tidak mengalami keluhan apa-apa.

Bagi perempuan muda, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan dengan USG atau ultrasonografi yang disarankan dilakukan satu hingga dua kali dalam setahun.

Sementara itu, alat skrining utama yang sangat sensitif dalam mendeteksi adalah mammografi atau mammogram yang ditujukan untuk orang berusia 40 tahun ke atas. Walau tidak ada kelainan atau keluhan, skrining dengan mammografi disarankan secara rutin sekali per setahun atau per dua tahun.

Baca Juga:Idap Kanker Stadium 4 Sekaligus Covid-19, Kiki Fatmala Tak Berdaya Sampai Terjatuh saat ke Kamar Mandi

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan pada 2024 seluruh rumah sakit provinsi di Tanah Air bakal memiliki alat pendeteksi dini kanker payudara mammogram atau mammografi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini