Awas! DBD Tidak Hanya Terjadi saat Musim Hujan, Ini Penjelasan Pakar

Demam berdarah dengue (DBD) dapat berlangsung sepanjang tahun sehingga tak melulu hanya terjadi dan meningkat pada musim hujan

Budi Arista Romadhoni
Senin, 17 Oktober 2022 | 15:18 WIB
Awas! DBD Tidak Hanya Terjadi saat Musim Hujan, Ini Penjelasan Pakar
Gejala Demam Berdarah Dengue. Demam berdarah dengue (DBD) dapat berlangsung sepanjang tahun sehingga tak melulu hanya terjadi dan meningkat pada musim hujan. (Pexels.com)

SuaraJawaTengah.id - Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Dr. Cipto Mangungkusumo,  Dr dr Erni Juwita Nelwan, PhD, SpPD, K-PTI mengatakan demam berdarah dengue (DBD) dapat berlangsung sepanjang tahun sehingga tak melulu hanya terjadi dan meningkat pada musim hujan.

"Karena sejak 10 tahun terakhir terjadi perubahan iklim maka wabah demam berdarah tidak lagi dengan siklus akibat ada naik turun curah hujan sepanjang waktu," kata Dr dr Erni Juwita Nelwan, PhD, SpPD, K-PTI dikutip dari ANTARA pada Senin (17/10/2022). 

Erni mencatat, penyakit ini bahkan juga muncul saat pergantian musim. Menurut dia, pada musim panas nyamuk bertelur, kemudian pada musim hujan saat terendam air bersih, telur langsung berubah menjadi larva lalu nyamuk dewasa dalam hitungan hari dan jumlah sangat banyak.

Hal senada disampaikan dokter spesialis anak dari FKUI-RSCM Prof Dr dr Hindra Irawan Satari, Sp.A(K). Dia menuturkan, nyamuk Aedes aegypti menempatkan telurnya pada air jernih yang tergenang, tak terkena sinar matahari dan tidak berhubungan dengan tanah.

Baca Juga:The Best 5 Oto: Porsche Taycan 4S Selera Jennie BLACKPINK, Berteman di Rel Kereta, SPKLU Bandara Soekarno-Hatta

"Nyamuk ini hidup di daerah tropis, kelembapan tinggi, ada air tergenang, tak terkena sinar matahari, serta tidak berhubungan dengan tanah. Di musim hujan, air jernih yang tergenang lebih banyak dan dia multi-bite atau menggigit berkali-kali," tutur dia yang hingga hari ini masih merawat pasien demam berdarah dengue.

Prof Hindra mengingatkan, demam berdarah dengue bisa berakibat fatal karena umumnya terlambat dikenali, padalah terjadi kebocoran pada pembuluh darah. Kerusakan endotel atau sel-sel yang melapisi pembuluh darah menyebabkan cairan keluar sehingga akan memberikan syok dan dapat berakhir dengan kematian bila terjadi perdarahan.

"Jadi bukan trombosit saja yang jadi kehebohan, tetapi juga derajat kebocoran pembuluh darah itu indikator beratnya seseorang terkena infeksi virus dengue itu," demikian kata dia.

News

Terkini

PT Semen Gresik (PTSG) mendukung PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui Rumah BUMN (RB) Rembang mengirimkan 8 UMKM Binaan

Lifestyle | 15:33 WIB

Jelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mangalami peningkatan. Sementara PDI Perjuangan tetap berada di puncak.

News | 14:42 WIB

Pakar hukum pidana Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Pujiyono menilai masa jabatan yang terlalu lama akan mengakibatkan seseorang pemimpin berpotensi korupsi

News | 12:52 WIB

Anggota DPR RI, A.S. Sukawijaya menolak keras rencana Kementerian Agama yang akan menaikkan biaya haji bagi masyarakat Indonesia

News | 15:53 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan mengizinkan kepala desa menggeser alokasi bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khusus untuk penanganan kemiskinan ekstrem

News | 15:45 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin langsung upaya penurunan kemiskinan ekstrem

News | 15:40 WIB

BMKG menyampaikan bahwa wilayah Jawa Tengah bagian selatan masih berpeluang mengalami hujan setelah mengalami cuaca cerah dalam beberapa hari terakhir

News | 11:21 WIB

PT Semen Gresik (PTSG) mengadakan lomba safety challenge dalam peringatan hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

News | 08:57 WIB

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka tetap menjadi orang nomor satu di Solo. Meski kabar kian santer soal pencalonannya menjadi calon Gubernur di Pemilu 2024

News | 17:31 WIB

Aktivitas Gunung Dieng yang berada di perbatasan Kabupaten Banjarnegara, Batang, dan Wonosobo menjadi perhatian masyarakat

News | 16:57 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan pemanfaatan kawasan hutan untuk pertanian harus mempertimbangkan adanya pohon penahan air

News | 16:21 WIB

Hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada 7 hingga 11 Januari 2023 menunjukkan bahwa elektabilitas PDI Perjuangan menempati posisi teratas

News | 16:11 WIB

Keinginan atau ngidam bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya bisa terpenuhi oleh ibu ini

News | 13:21 WIB

Presiden ke-5 Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri genap berusia 76 tahun, Senin (23/1/2023) hari ini, Ganjar Pranowo pun ikut merayakannya

News | 13:15 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih menjadi tokoh yang paling berpeluang memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024

News | 17:03 WIB
Tampilkan lebih banyak