Mencegah Perasaan FOMO, Akademisi Sarankan Anak Muda Kurangi Akses Media Sosial

Akademisi menyarankan kalangan muda untuk mengurangi akses ke media sosial untuk mencegah perasaanfear of missing out(FOMO)

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 08:41 WIB
Mencegah Perasaan FOMO, Akademisi Sarankan Anak Muda Kurangi Akses Media Sosial
Ilustrasi media sosial. Akademisi menyarankan kalangan muda untuk mengurangi akses ke media sosial untuk mencegah perasaan fear of missing out (FOMO). [Pixabay.com/MarieXMartin]

SuaraJawaTengah.id - Dosen Komunikasi Politeknik Negeri Samarinda Almasari Aksenta menyarankan kalangan muda untuk mengurangi akses ke media sosial untuk mencegah perasaan fear of missing out (FOMO).

"Harus mengurangi akses terhadap media sosial agar tidak kecanduan," ujar Almasari dikutip dari ANTARA, Jumat (21/10/2022).

Hal itu disampaikannya dalam webinar bertema “Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Tengah Generasi Muda”, di Pontianak, Kalimantan Barat, yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Almasari menjelaskan bahwa FOMO adalah perasaan cemas, gelisah, dan takut kehilangan momen berharga yang dimiliki teman atau kelompok, sementara dia tidak terlibat di dalamnya.

Baca Juga:Orang Tua Dijadikan Objek dalam Konten, Bolehkah? Berikut Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Beberapa gejala FOMO adalah sulit lepas dari ketergantungan pada media sosial, selalu mengikuti tren, memaksa membeli barang tertentu agar tidak dianggap ketinggalan zaman, dan ingin mendapat pengakuan di media sosial.

Dia menyebut bahwa gejala FOMO banyak menghinggapi generasi Z (generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai 2012).

“Gejala FOMO ini merupakan salah satu wujud dari kecemasan yang ditandai dengan adanya keinginan untuk selalu mengetahui apa yang orang lain lakukan, terutama di media sosial," kata dia.

Untuk mengurangi gejala FOMO, lanjut Almasari, bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti menghapus beberapa aplikasi yang tidak penting pada gawai.

Kemudian matikan gawai saat melakukan aktivitas dan jauhkan gawai dari tempat pribadi. Menurut dia, perlu pembatasan penggunaan gawai secara disiplin dan tepat waktu, dan bila perlu gunakan alarm sebagai pengingat.

Baca Juga:Penting! 5 Hal yang Tak Perlu Kamu Umbar di Sosial Media

“Semua dibutuhkan kesadaran diri yang disertai dengan komitmen tinggi,” tuturnya.

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak