Lirik Potensi Market Anyar, Ganjar Dorong Pengembangan Enam Bandara Komersil dan Perintis di Jateng

"Kami terus melakukan kajian dan mengkreasi terkait bandara untuk membuka rute-rute atau potensi pasar baru," kata Deta.

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari
Rabu, 26 Oktober 2022 | 21:16 WIB
Lirik Potensi Market Anyar, Ganjar Dorong Pengembangan Enam Bandara Komersil dan Perintis di Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Komitmen Ganjar terhadap bandara mendapat apresiasi dari Majalah Bandara dalam ajang Bandara Awards 2018. Ganjar dinyatakan sebagai Kepala Daerah yang berkomitmen tinggi dalam mendorong pengembangan Bandara Udara di Indonesia.

Potensi Ekonomi

Sementara itu, mantan Kadishub Jateng Satriyo Hidayat menjelaskan, Bandara Ngloram hadir untuk menjawab potensi ekonomi di kawasan Blora yang berdekatan dengan Bojonegoro yang memiiki hotel bintang lima dan keberadaan Blok Cepu dengan perusahaan yang mempekerjakan ekspatriat.

Bandara Ngloram juga diharapkan bisa menjadi moda transportasi pilihan, bagi warga sekitar Blora, seperti Rembang, sebagian Grobogan, dan wilayah di Jawa Timur, seperti Ngawi, Bojonegoro dan Tuban, yang diperkirakan akan menuai imbas positif pembangunan Ngloram.

Baca Juga:Antisipasi Bencana Jangka Panjang, Ganjar Pranowo Gencarkan Tanam Pohon di Lahan Kritis

"Potensi Ngloram sangat besar. Sebab, di wilayah Cepu terdapat sejumlah perusahaan minyak milik asing yang mempekerjakan ekspatriat. Sementara, selama ini penerbangan hanya sampai ke wilayah Surabaya atau Solo. Bagi orang asing, transportasi udara dianggap memiliki tingkat keselamatan lebih baik ketimbang naik darat. Tapi ya itu, pandemi Covid-19 membwa dampak yang besar," katanya.

Ngloram yang pernah didarati King Air B200GT saat itu memang mendesak untuk dikembangkan, khususnya pembangunan landasan pacu (runway) sepanjang 1.600 m x 30 m agar tak hanya melayani pesawat baling-baling ATR-72, tapi juga pesawat komersial tipe jet.
Demikian pula, dengan Bandara JB Sodirman di Wirasaba, Purbalingga, diharapkan memberikan dampak ekonomi pada kawasan Barlingmascakeb.

Satriyo menyebut, keberadaan sebuah bandara sangat vital, karena bisa memangkas waktu lebih efisien. Pasalnya, ketika sebuah daerah ingin menjual produk UMKM, budaya, wisata, kuliner, bandara adalah etalase yang bisa memajang jualan tersebut.

"Turis asing yang ingin menghemat waktu membeli oleh-oleh khas Jepara, Rembang, Banyumas, bisa membeli di Ngloram atau JB Soedirman," ujarnya.

Baca Juga:Antisipasi Anak Gagal Ginjal Akut, Ganjar Minta Layanan Kesehatan Proaktif

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini