Jalan Terjal Menuntut Keadilan Saksi Korupsi yang Tewas Terbunuh, Keluarga Iwan Budi Tak Menyerah dan Bersurat ke Jokowi

Kasus pembunuhan Iwan Budi yang merupakan ASN Pemkot Semarang masih menjadi misteri, hingga kini pelaku utama dan motif kejahatan tersebut belum terungkap secara jelas

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 04 November 2022 | 14:53 WIB
Jalan Terjal Menuntut Keadilan Saksi Korupsi yang Tewas Terbunuh, Keluarga Iwan Budi Tak Menyerah dan Bersurat ke Jokowi
Doa Arwah Keluarga Iwan Budi yang dipimpin Pastor Keuskupan Khatolik Semarang di Gereja Santo Ignatius, Banjardowo. [Suara.com/Aninda Kartika]

"Sebagai pastor, saya akan mendampingi untuk menguatkan keluarga bapak Iwan Budi,"imbuhnya. 

Selain itu, Romo Budi mengaku telah mempertemukan keluarga Iwan Budi dengan pengacara yang saat ini menjadi pendamping hukum
kasus tewasnya Iwan Budi.

"Saya melayani jemaat seperti Keluarga Iwan Budi dengan penuh kasih dan memberikan harapan ketika dibutuhkan contohnya dalam kasus ini,"terang Romo Budi.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol.Irwan Anwar mengecek temuan tulang dari bagian jasad terbakar di kawasan Marina, Kota Semarang, Rabu (14/9/2022). [ANTARA/ I.C.Senjaya]
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol.Irwan Anwar mengecek temuan tulang dari bagian jasad terbakar di kawasan Marina, Kota Semarang, Rabu (14/9/2022). [ANTARA/ I.C.Senjaya]

Kirim Surat ke Jokowi

Baca Juga:Sebelum Tewas Dibunuh, PNS Semarang Saksi Korupsi Ternyata Dapat Promosi Kenaikan Jabatan

Usai melakukan doa arwah di Altar Gereja Santo Ignatius, Theresia Saraswati anak pertama dari Iwan Budi mengungkapkan bakal mengirim surat kepada Presiden Jokowi.

"Surat ini akan dikirim ke pak presiden," ungkap Theresia. 

Ia menjelaskan, isi surat tersebut berisi permohonan keadilan dan perhatian dari Presiden terhadap kasus yang menimpa sang ayah.

"Untuk isi surat ini, memohon keadilan dan juga atensi untuk Presiden serta para petinggi negara,"jelasnya.

Theresia mengatakan, selain kepada Presiden surat permohonan tersebut juga ditujukan kepada Panglima TNI serta beberapa pihak 
seperti Menteri Kordinator Bidan Politik dan Hukum Keamanan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kepala Kepolisian Negara RI, Jaksa Agung, Ketua Komnas HAM, Ketua LPSK, Ketua Komisi Kepolisian Nasional, Wali Kota Semarang.

Baca Juga:Oknum Anggota TNI Diduga Terlibat Pembunuhan Pegawai Bapenda Kota Semarang, Ini Kata Kapolda Jateng

"Supaya kasus ini bisa dituntaskan tanpa intervensi dari pihak lain," tutur Theresia lirih.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini