Kisah Haru Warga Tambaklorok Semarang, Hidupi Anak Yatim dari Hasil Ngamen

Musik dangdut itu dimainkan seklompok ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Yatiman Pasar Tambaklorok, mereka mengamen untuk anak yatim

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 11 Juni 2023 | 07:10 WIB
Kisah Haru Warga Tambaklorok Semarang, Hidupi Anak Yatim dari Hasil Ngamen
Potret sekompok ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Yatiman Pasar Tambaklorok tengah mengamen untuk menghidupi anak yatim. [Suara.com/Iksan]

SuaraJawaTengah.id - Lantunan musik dangdut menyambut orang-orang yang akan berbelanja di Pasar Tambaklorok, Keluarahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara.

Musik dangdut itu dimainkan seklompok ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Yatiman Pasar Tambaklorok. Berbekal sound system dan mic, para ibu-ibu secara bergiliran menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur pengunjung pasar.

Apa yang dilakukan ibu-ibu tersebut bukan sekedar hiburan semata. Akan tetapi mereka sedang menjalankan aksi sosial pengumpulan dana untuk santunan anak yatim dengan cara mengamen.

"Setiap Sabtu dan Minggu kita rutin ngamen di Pasar Tambaklorok. Uang hasil ngamen intinya untuk santunan anak yatim," ucap Ketua Komunitas Yatiman Pasar Tambaklorok, Arivah Prihatin, Sabtu (10/6).

Baca Juga:10 SD Negeri Berprestasi di Kota Semarang Tahun 2023

Perempuan yang akrab disapa Arivah itu mengungkapkan kegiatan sosial santunan anak yatim itu diinisasi oleh para pedagang ikan.

"Sudah berjalan dua kali, sekarang lagi proses pengumpulan dana untuk ketiga kalinya," ungkap Arivah.

Arivah kemudian menceritakan kalau tahun 2022 kemarin. Komunitasnya memberikan santunan sebesar Rp26 juta kepada 197 anak yatim piatu, 49 kaum dhuafa dan 37 kalangan difabel.

Menurut Arivah, santunan anak yatim ketiga untuk tahun ini digelar pada bulan Agustus. Ia masih tidak menyangka dengan semangat gotong royong warga Pasar Tambaklorok untuk berbagi kepada sesama.

"Kebanyakan orang-orang tambak suka hiburan seperti ini. Daripada nyawer di organ tunggal tidak ada manfaatnya. Mending nyawer disini malah jadi tabungan akhirat," tutur Arivah.

Baca Juga:10 Universitas Favorit di Kota Semarang, Lima Pemain Timnas U22 Kuliah di Kampus Ini

Berawal dari Iseng

Pengelolaan Pasar Tambaklorok, Amron mengutarakan sebelum adanya kegiatan ngamen untuk santunan anak yatim. Para pedagang minta dibelikan sound system untuk sekedar hiburan.

"Pas udah dibelikan sound system yang mau karaokean itu bayar Rp5 ribu. Kita nyanyi dan goyang bareng-bareng. Pokoknya pedagang guyub semua," kata Amron.

Ketika ada ide santunan anak yatim, lalu cara pengumpulan dananya lewat ngamen. Menurut Amron nggak semua pedagang saat itu setuju.

Namun, lambat laun semua pedagang akhirnya mendukung dan secara sukarela mereka memberi sumbangan ketika ibu-ibu dari Komunitas Yatiman Pasar Tambaklorok ngamen.

"Kita melibatkan RT dan RW setempat untuk mencari data anak yatim, kaum dhufa dan difabel di kampung Tambaklorok," ucap Amron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak