"Kita tidak ingin (kasus Iwan Boedi) ini jadi presenden buruk bagaimana nyawa manusia tidak dihormati di negara yang katanya banyak orang-orang agamis," imbuh lelaki yang akrab disapa Didik.
Satu tahun bukan waktu yang pendek, dan tidak mudah bagi keluarga menjalani aktivitas sehari-hari ditengah kasus Iwan Boedi yang masih buram.
"Sekali lagi kami mohon hati nurani bapak-bapak, ibu-ibu yang terkait terketuk menyelesaikan kasus Iwan Boedi. Ada empat orang anak dan satu orang ibu yang terus berjuang," paparnya.
Jika pihak kepolisian tidak mampu mengungkapkan kasus tersebut bakal jadi pukulan dan melukai hati keluarga. Jangan sampai kasus Marsinah, Widji Thukul, Munir dan kematian-kematian misteri di masa lalu terulang kembali.
Baca Juga:Kasus Tewasnya Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ditemukan Bercak Darah di TKP
"Kalian digaji dari masyarakat, molornya terkesan ada pembiaran penyelesaian kasus pembunuhan ini tentunya jadi keprihatinan kita bersama," jelasnya.
Kesulitan Mencari Barang Bukti
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Stevanus Satake Bayu, mengatakan pihaknya masih berupaya untuk segera mengungkap kasus Iwan Boedi. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan untuk mencari siapa pelakunya.
Dia mengakui lambannya penangan kasus Iwan Boedi lantaran pihaknya kesulitan mencari barang bukti.
"Apabila sudah ada orang yang terindikasi sebagai pelaku langsung kita sampaikan. Soal sketsa wajah dan lain-lainnya masih kita komunikasikan dengan penyidik," ucap Satake Bayu.
Baca Juga:Ferdy Sambo Resmi Dijebloskan ke Lapas Salemba
Mantan Humas Polda Bali itu enggan berkomentar banyak ketika disinggung adanya dugaan orang besar yang menutupi kasus Iwan Boedi.