Bahkan, pengunjung dapat melihat alat-alat pembuatan rokok, diorama jenis-jenis tembakau cengkeh, diorama pembuatan rokok di pabrik, dan masih banyak yang lainnya.
Salah satu hal yang sangat menarik adalah kiprah Nitisemito, pendiri Pabrik Rokok Bal Tiga yang disertai dengan dokumen-dokumen perusahaan pada waktu itu.
Miniatur Cagar Budaya di Museum Kretek
Seiring dengan perkembangan waktu, wilayah di sekitar komplek ini dibangun beberapa miniatur bangunan cagar budaya, seperti Oemah Kembar Nitisemito. Konon, Oemah Kembar Nitisemito itu menjadi saksi bisa kejayaan pembesar Kretek Nitisemito tersebut.
Baca Juga:9 Pesona Dian Sastro Pakai Kebaya, Aura Kecantikannya Makin Terpancar
Selain itu juga dibangun miniatur Masjid Wali Loram Kulon yang ikonik disertai dengan gapura padureksan. Bahkan, terdapat perpaduan arsitektur budaya Jawa, Persia,, China, dan Eropa dalam miniatur Rumah Adat Kudus Joglo Pencu.
Menyimpan Kisah Haji Djamhari dan Asal-Usul Nama Kretek
Yang tidak bisa dilupakan adalah sosok yang sangat berperan dalam lahirnya kretek di Kudus, yakni sosok Haji Djamhari. Ia yang kala itu sakit sesak napas mengambil minyak cengkih untuk dioleskan ke dada dan tubuhnya.
Ajaibnya, setelah dioleskan, sesak napasnya pun reda. Ia kemudian bereksperimen dengan menghaluskan cengkih dan dicampur dengan tembakau. Campuran tersebut akhirnya dilinting menggunakan klobot jagung dan diikat benang.
Campuran itu dibakar dan dihisap. Saat dihisap, terdengar bunyi kemeretak dari lintingan tersebut. Dari situlah nama kretek disematkan bahkan menjadi nama Museum Kretek satu-satunya di Indonesia itu.
Baca Juga:Gadis Kretek Disebut Series Indonesia Terbaik, Akting Arya Saloka Tuai Pujian
Kontributor : Dinnatul Lailiyah