Masa-masa Kejayaan Warung Burjo Kuningan di Kota Semarang: Sehari Habis 35 Kilogram, Kini Tinggal Kenangan

Warung bubur kacang hijau alias warung burjo Kuningan di beberapa daerah sudah banyak yang mengalami pergeseran

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 22 November 2023 | 10:09 WIB
Masa-masa Kejayaan Warung Burjo Kuningan di Kota Semarang: Sehari Habis 35 Kilogram, Kini Tinggal Kenangan
Potret kondisi warung burjo Sriwijaya yang konon sebagai pelopor menjamurnya warung burjo di Kota Semarang. Selasa (21/11/2023) [Suara.com/Ikhsan]

Lelaki yang kini berusia 54 tahun  mengatakan setelah tahun 2010 ke atas. Bubur kacang hijau mulai ditinggalkan karena banyaknya pilihan kuliner terutama makanan cepat saji yang banyak digemari anak-anak muda.

Selain itu, setiap tahunnya Ocid juga harus menurunkan jumlah produksi. Dari awal bisa memproduksi bubur kacang hijau 35 kilogram, kini turun sangat dratis hanya 6 kilogram saja.

Bahkan yang mampir ke warung burjo milik Ocid saat ini rata-rata usia dewasa yang sudah menjadi pelanggannya sejak dulu. Sedangkan anak-anak muda yang mampir hanya sedikit dan bisa dihitung jari.

"Ciri khas orang Kuningan itu jualan bubur kacang hijau sama indomie. Di tempat lain ada yang udah nggak jualan bubur kacang hijaunya, malah jualannya nasi," resahnya.

Baca Juga:Musim Pancaroba, Ini Penyakit yang Harus Diwaspadai di Kota Semarang

Meski tau peminat bubur kacang hijau tak seramai dulu. Ocid belum terpikirkan untuk ikut-ikutan jualan nasi. Dia masih berusaha menjaga serta mempertahankan warisan keluarga secara turun-temurun yang diberikan padanya.

"Sama aja nggak mandang musim atau tanggal. Yang beli bubur ke sini ya paling orang-orang itu aja yang udah jadi pelanggan," pungkasnya.

Kontributor : Ikhsan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini