PNI yang dibentuk oleh Soekarno selalu punya suara yang besar di Jawa Tengah. Hal ini seperti terlihat saat gelaran pemilu 1955 yang merupakan pemilu pertama yang digelar Indonesia.
Dikutip dari buku Tsabit Azinar Ahmad bertajuk Kampanye dan Pertarungan Politik di Jawa Tengah Menjelang Pemilihan Umum 1955, di ketahui Banyumas dan Pekalongan dahulu merupakan lumbung suara bagi PNI.
Di pemilu 1955, PNI mendulang suara yang cukup apik di Jawa Tengah.
Penyumbang utamanya yakni Banyumas. Kapuaten Banyumas bahkan didapuk sebagai daerah termerah di Jawa Tengah kala itu.
Baca Juga:Libur Nataru, Indosat Layani Puncak Lonjakan Trafik Data 11% di Jawa Tengah dan Yogyakarta
Di sana perolehan suara PNI sangat besar yakni 220.079. Mereka pun didapuk sebagai partai pemenang di Kabupaten Banyumas.
Di Pekalongan perolehan suara PNI juga tergolong besar yakni meraup 212.915 suara untuk DPR serta 123.427 untuk konstituante.
Disusul kemudian ada Wonogiri sebagai penyumbang suara terbesar ketiga bagi PNI semasa pemilu 1955 yang mampu meraup suara 167.467 suara untuk DPR dan 175.816 untuk konstituante.
Dalam pemilu yang pertama kali digelar itu, PNI menjadi partai pemenang di Jawa Tengah disusul PKI, NU serta Masyumi.
Dikutip dari derapjuang.id, tokoh-tokoh PNI di Jawa Tengah punya andil besar untuk membentuk wilayah tersebut menjadi kandang banteng.
Baca Juga:Nikita Mirzani Sebut Ganjar-Mahfud Tukang Nyinyir: Tugas Kalian Itu Kampanye
Di antaranya ada Hadisubeno Sosrowerdoyo, Boerhan serta Oemar Said.