BPBD Banjarnegara Ajukan Peningkatan Status Darurat Longsor, 7 Kecamatan Ini Rawan Terjadi Bencana

BPBD Kabupaten Banjarnegara pun mengajukan peningkatan status darurat longsor dari siaga darurat menjadi tanggap darurat

Budi Arista Romadhoni
Senin, 15 Januari 2024 | 14:26 WIB
BPBD Banjarnegara Ajukan Peningkatan Status Darurat Longsor, 7 Kecamatan Ini Rawan Terjadi Bencana
Petugas BPBD dan tim gabungan saat mengevakuasi korban longsor, Penawaran Banjarnegara. [Suara.com / Citra Ningsih]

SuaraJawaTengah.id - Cuaca ekstrem melanda di beberapa daerah di Jawa Tengah. Salah satunya adalah di Kabupaten Banjarnegara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara pun mengajukan peningkatan status darurat longsor dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.

"Surat keputusan peningkatan status tersebut sudah diajukan ke Penjabat Bupati Banjarnegara untuk ditandatangani. Semoga besok suratnya sudah keluar," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara Andri Sulistyo dikutip dari ANTARA pada Senin (15/1/2024). 

Kendati demikian, dia mengatakan peningkatan status menjadi tanggap darurat longsor tersebut tidak diberlakukan untuk seluruh wilayah Banjarnegara, melainkan hanya untuk tujuh kecamatan yang dinilai perlu mendapat dukungan penanganan darurat.

Baca Juga:Pernah dapat Bantuan dari Pemprov Jateng, Gas Alam di Kabupaten Banjarnegara Ini Baru Bisa Layani 26 Warga

Menurut dia, tujuh kecamatan tersebut yakni Susukan, Bawang, Banjarmangu, Punggelan, Pandanarum, Wanayasa, dan Pagentan.

"Kemarin dalam rapat, waktu yang dibutuhkan untuk penanganan darurat hingga pembuatan hunian sementara kira-kira waktunya 40-45 hari," katanya.

Ia mengatakan perhitungan waktu penanganan darurat tersebut muncul karena verifikasi terhadap 45 keluarga yang mengungsi di berbagai lokasi itu diharapkan dapat diselesaikan oleh tim teknis dalam satu bulan.

Menurut dia, pembangunan hunian sementara (huntara) diprioritaskan di wilayah yang belum ada huntaranya seperti Desa Sipedang, Kecamatan Banjarmangu.

"Kalau di wilayah yang ada huntaranya akan dicek mana saja yang perlu diperbaiki atau ada kekurangannya," kata Andri.

Baca Juga:Memprihatinkan, Warga Banjarnegara Mengais Air di Sungai Meski Bau dan Kotor

Sebanyak 45 keluarga yang terdiri atas 161 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada awal Januari 2024.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini