Sang kakek diketahui merupakan orang Solo, Jawa Tengah. Sedangkan sang nenek memiliki garis keturunan Sulawesi. Sehingga tak mengherankan jika wajah Thom Haye terkesan ‘Indonesia’.
Lahir dan tumbuh di Amsterdam, Thom Haye menapaki karier sepak bolanya di Belanda. Diketahui, kariernya bermula dari AZ Alkmaar.
Pada usia 16 tahun, ia menandatangani kontrak profesional bersama AZ Alkmaar dan melakukan debut pada 2014 saat timnya melawan Ajax Amsterdam di kancah Eredivisie.
Kiprahnya bersama AZ Alkmaar pun terbilang mulus. Thom Haye mampu menjadi starter di musim 2015/2016 dan berhasil membawa timnya ke Liga Europa 2016/2017.
Baca Juga:Merselino Ferdinan dapat Nasehat dari Coach Justin, Bermain Lebih Dewasa untuk Tim
Pada musim panas 2016, Willem II mengontraknya usai kontrak Thom Haye habis bersama AZ Alkmaar. Ia bertahan di mantan klub Frenkie de Jong tersebut hingga 2018.
Setelahnya, Thom Haye melancong ke Italia dan bergabung Lecce. Namun, kiprahnya tak berlangsung lama, yakni hanya setahun saja.
Pada 2019, Lecce memutuskan melepasnya hingga Thom Haye tak memiliki klub. Beruntung baginya. Pasca dilepas, ADO Den Haag datang merekrutnya.
Setelah enam bulan di ADO Den Haag, Thom Haye kemudian dipinjamkan ke NAC Breda, sebelum dipermanenkan di Juli 2020.
Usai 1,5 tahun membela NAC Breda, Thom Haye kemudian dilepas ke SC Heerenveen pada Januari 2022 lalu.
Baca Juga:Ekspresi Ibu Ernando Ari Saat Timnas Indonesia U-23 Dikalahkan Uzbekistan: Sering Usap Air Mata
Terhitung sejak musim 2011/2012 atau di level akademi, Thom Haye telah tampil sebanyak 311 laga di level klub dengan torehan 28 gol dan 39 assist.