Akademisi UIN Saizu: Musik Lebih dari Sekedar Seni, Sarana Satukan Budaya dan Inspirasi

Musik bukan sekadar seni, juga dapat diartikan sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai budaya

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 21 Juni 2024 | 09:56 WIB
Akademisi UIN Saizu: Musik Lebih dari Sekedar Seni, Sarana Satukan Budaya dan Inspirasi
Ilustrasi Piano atau musik. (Freepik.com)

SuaraJawaTengah.id - Musik bukan sekadar seni, juga dapat diartikan sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai budaya. Hal itu diungkapkan Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Prof KH Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto Fajry Subhan Syah Sinaga. 

"Oleh karena itu sebagai seorang akademisi, khususnya di bidang musik, saya melihat Hari Musik Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 Juni sebagai momentum penting untuk merayakan dan mengapresiasi peran musik dalam kehidupan manusia," kata Fajry dikutip dari ANTARA pada Jumat (21/6/2024).

Selain mampu menyatukan berbagai budaya, kata dia, musik juga bisa merangkul emosi dan menginspirasi, salah satunya terkait dengan dialektika-dialektika sosial.

Menurut dia, Hari Musik Sedunia memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk merefleksikan pentingnya pendidikan musik dalam perkembangan individu maupun masyarakat.

Baca Juga:Sudah Ikhlas Anaknya Meninggal Saat Konser JKT48, Keluarga Tak Ingin Makam Ahmad Arsyad Disky Dibongkar

"Di dunia akademik, kami berusaha tidak hanya untuk mengajarkan teknik dan teori musik, juga untuk mengembangkan sensitivitas artistik dan keterampilan kritis mahasiswa," kata Dosen Seni Musik Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Saizu itu.

Ia mengatakan musik memiliki kekuatan untuk membentuk karakter, meningkatkan kreativitas, dan mengasah kemampuan kognitif.

Seperti halnya di FTIK UIN Saizu, kata dia, pihaknya melihat bagaimana musik dapat diintegrasikan dalam beberapa mata kuliah, khususnya di Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) melalui mata kuliah Seni Musik.

"Mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori dan praktik musik, juga menghasilkan karya yang nyata. Contohnya, mahasiswa kami telah berhasil memproduksi kurang lebih ada 24 lagu anak Islami," katanya.

Menurut dia, lagu-lagu anak Islami tersebut terangkum dalam 4 album yang merupakan hasil nyata dari pembelajaran di kelas. Namun tidak menutup kemungkinan masih jauh sebagai karya musik yang bagus.

Baca Juga:Sukses Haji 2023, GusMen Yaqut Cholil Quomas Tunjukkan Keteladanan dan Pelayanan Prima

"Itu karena kita melihat keterbatasan yang kami miliki. Namun ini menjadi sebuah bukti bahwa kreativitas-kreativitas dan kerja keras maupun kolaborasi yang mereka hasilkan ini adalah sebuah cerminan di mana nilai-nilai Islami yang ingin mereka sampaikan khususnya pada generasi muda," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini