Panen Raya! Lahan 200 Meter di Semarang Hasilkan 400 Kg Bawang Merah

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memanen bawang merah di Agro Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Selasa (2/7/2024)

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 02 Juli 2024 | 14:26 WIB
Panen Raya! Lahan 200 Meter di Semarang Hasilkan 400 Kg Bawang Merah
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memanen bawang merah di Agro Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Selasa (2/7/2024). [Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memanen bawang merah di Agro Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Selasa (2/7/2024). Sekali panen, lahan 200 meter persegi itu bisa menghasilkan 400 kilogram bawang merah.

Di lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang itu, perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut memanen sekaligus menanam bawang merah.

Tampak, Wali Kota Semarang perempuan pertama itu menunjukkan cultivator, mesin pengolah tanah di lahan yang akan ditanami bawang merah. Dia juga mahir mengoperasikan mesin pertanian (alsintan) itu.

Mbak Ita yang ditemani para Duta Petani Cilik, dan Duta Remaja Tani, hingga santri-santri dari pondok pesantren itu juga memanen pepaya california.

Baca Juga:Dari Abrasi Menjadi Harapan: Kisah Inspiratif Sururi Menghidupkan Kembali Hutan Bakau di Semarang

"Lahan seluas 200 meter persegi bisa menghasilkan bawang merah 400 kilogram tiap panennya," kata Mbak Ita.

Ratusan kilogram bawang merah yang dipanen itu selalu habis dalam waktu singkat. Tiap kali panen, bawang merah produksi Dinas Pertanian Kota Semarang itu dipasarkan lewat Badan Usaha Milik Petani atau BUMP.

Ke depan, pihaknya juga akan memasarkan hasil pertanian melalui Lumbung Pangan Kota Semarang (Lumpang Semar) yang ada di tiap kelurahan dan kecamatan. Upaya ini menurutnya bisa menunjukkan Kota Semarang bisa daulat pangan.

"Kalau seperti ini bisa memutus mata rantai distribusi, mungkin nanti selain BUMP, bisa ke Lumpang Semar karena ada di tiap kelurahan dan kecamatan," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa gerakan daulat pangan oleh masyarakat dan untuk masyarakat harus terus ditingkatkan.

Baca Juga:Awal Juli 2024, Cuaca di Semarang dan Sekitarnya Diprediksi Berawan, Ini Penjelasan BMKG

Dia menunjukkan inflasi Kota Semarang secara year on year (y-on-y) sebesar 2,22 persen, dibandingkan nasional yang mencapai 2,56 persen.

"Inflasi year on year Kota Semarang 2,22, di bawah nasional 2,56, diharapkan bisa menjadi gerakan daulat pangan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak