Pengurus tidak hanya melayani kebutuhan jemaah yang rutin mengikuti kegiatan di masjid, tapi juga para musafir atau orang yang membutuhkan tempat menginap.
“Pintu depan masjid ini tidak ada kuncinya. Masjidil Haram itu kan juga nggak ada kuncinya. Kita tidak tahu kapan orang punya masalah. Kapan suntuk di rumah. Misal tengah malam habis bertengkar dengan istri, suami sumpek keluar rumah, biar larinya ke masjid jangan ke diskotek,” kata Bangun.
Di lantai atas masjid Khoiru Ummah tersedia 20 kasur busa untuk jemaah yang menginap. Kamar mandi, jaringan internet, serta kebutuhan makan, disediakan gratis oleh pengurus masjid.
Tamu yang menginap kebanyakan adalah orang-orang yang kemalaman di jalan atau kebetulan memiliki urusan di Magelang dan membutuhkan tempat untuk tidur.
Baca Juga:Formasi Seleksi CPNS Pemerintah Kota Magelang Tahun 2024
“Kami meyakini masjid itu harus saling bersaudara. Sehingga ketika saya ke Jakarta misalnya, tidak perlu cari hotel karena di sana banyak masjid yang bisa kami singgahi.”
Muslih, salah seorang jemaah asal Banyubiru, Dukun, mendukung program masjid yang menerima tamu untuk menginap. “Masjid memang harus terbuka 24 jam. Kalau belum buka 24 jam, berarti saya ngaji bukan di masjid yang sebenarnya.”
Menurut Muslih, masjid yang memberikan layanan penuh menjadi motivasi bagi jemaah untuk lebih aktif. “Ada makan gratis, pembagian sayuran, insyallah jemaah akan lebih aktif.”
![Suasana masjid Khoiru Ummah, di Dusun Semawung, Muntilan, Magelang, yang ramah pada jemaah terutama anak. [Suara.com/Angga Haksoro]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/11/06/82104-masjid-ramah-pengunjung-magelang.jpg)
Sayuran Gratis dan Antar Jemput Lansia
Layanan masjid Khoiru Ummah dirintis dari program sedekah sayuran sekitar tahun 2021. Takmir belajar cara mengelola masjid dari ustaz Luqmanulhakim, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Masjid Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Baca Juga:Tak Hanya Candi Borobudur, Wisata Sekitar Magelang Juga Diharapkan Bisa Berkembang Pesat
Saat itu takmir masjid membagikan sayuran gratis kepada sekitar 20 jemaah yang hadir pada kajian Senin pagi. Sedekah sayuran kemudian menarik minat para pedagang Pasar Muntilan untuk ikut menyumbang.