“Semua sudah otomatis, tanpa sentuhan tangan manusia, dan menggunakan aluminium foil untuk kemasan agar lebih ramah lingkungan,” ungkap David.
David juga memaparkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. “Kami memiliki pabrik pengolahan limbah yang menghasilkan pupuk, nutrisi untuk ternak hingga tambak. Dari limbah padat hingga cair, semua diolah menjadi produk yang bermanfaat,” katanya.
Sebagai contoh, lanjut David, nutrisi ternak yang dikembangkan Sido Muncul mampu menurunkan kadar kolesterol pada telur puyuh dari 3.000 menjadi 300, mengurangi amonia, serta meningkatkan bobot sapi hingga 30 persen.
“Kami memulai produksi kecil-kecilan, tapi sekarang sudah mampu memproduksi 38 juta liter nutrisi per tahun. Jika ada permintaan besar, kami siap memperbesar kapasitas hingga 1 miliar liter dalam satu tahun,” ujar David dengan penuh semangat.
Baca Juga:BMKG: Semarang Diperkirakan Diguyur Hujan Ringan, Waspadai Perubahan Cuaca Selama Libur Akhir Tahun
Warisan Empiris yang Terus Berkembang
David juga mengenang warisan perusahaan yang didirikan keluarganya. “Tolak Angin awalnya dibuat nenek saya tanpa penelitian ilmiah, hanya berdasarkan pengalaman empiris. Namun, kini kami memiliki laboratorium canggih untuk memastikan khasiat setiap produk,” ungkapnya penuh rasa kagum.
Dengan kombinasi inovasi, komitmen terhadap kualitas, dan pendekatan yang berkelanjutan, Sido Muncul siap terus menjadi pemain utama di pasar domestik dan global.
“Semua produk kami harus bermanfaat. Kalau hanya enak tapi tidak berkhasiat, untuk apa?” tutup bos dari Sido Muncul tersebut.
Baca Juga:Mengenal Mgr Soegijapranata, Uskup Agung Pribumi Pertama di Indonesia