Bertahan di Tengah Rob: Harapan Nelayan Tambakrejo Tumbuh di Antara Bambu Rumpon

Nelayan Tambakrejo bergotong-royong pasang rumpon kerang hijau, inisiatif Dompet Dhuafa & WALHI. Harapan baru atasi degradasi lingkungan & ekonomi pesisir.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 22 Mei 2025 | 20:33 WIB
Bertahan di Tengah Rob: Harapan Nelayan Tambakrejo Tumbuh di Antara Bambu Rumpon
Nelayan, DMC, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah bergotong royong menancapkan bambu rumpon di bibir pantai Tambakrejo, sebuah kampung nelayan di Semarang Utara pada Rabu (21/5/2025). [Istimewa]

Menurut Fahmi Bastian, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Tengah, program ini bukan hanya proyek ekologi, tapi juga advokasi sosial.

“Penanaman rumpon untuk budidaya kerang hijau yang dilakukan bersama warga Tambakrejo menjadi statement tegas bahwa laut merupakan sumber penghidupan yang teramat penting bagi mereka yang tinggal di wilayah pesisir,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pengakuan pemerintah terhadap keberadaan dan hak hidup warga pesisir.

Nelayan, DMC, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah bergotong royong menancapkan bambu rumpon di bibir pantai Tambakrejo, sebuah kampung nelayan di Semarang Utara pada Rabu (21/5/2025). [Istimewa]
Nelayan, DMC, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah bergotong royong menancapkan bambu rumpon di bibir pantai Tambakrejo, sebuah kampung nelayan di Semarang Utara pada Rabu (21/5/2025). [Istimewa]

“Perlindungan laut (pesisir) sebagai ruang tangkap dan ruang hidup nelayan kemudian menjadi hal krusial agar profesi nelayan dan masyarakat kampung Tambakrejo bisa terus eksis dan tidak hilang oleh proyek-proyek pembangunan,” tegasnya.

Baca Juga:Solidaritas Nelayan di Brebes Deklarasi Dukungan untuk Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Pemasangan rumpon kerang hijau di Tambakrejo menjadi bukti bahwa pemulihan pesisir tak bisa hanya berbentuk wacana atau kebijakan dari atas.

Ia harus tumbuh dari bawah, dari kearifan lokal, kerja kolektif, dan semangat bertahan masyarakat pesisir.

Bambu-bambu yang menancap di dasar laut itu mungkin tampak biasa bagi mata awam. Namun bagi para nelayan, itu adalah simbol harapan.

Sebuah ikhtiar kecil untuk merebut kembali kedaulatan laut mereka. Karena dari lautlah mereka hidup, dan di laut pula mereka ingin terus bertahan.

Baca Juga:Anak Muda Tak Tertarik dengan Dunia Maritim, Pilih Menjadi Karyawan Swasta atau Merantau, Ini Alasannya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak