- BMKG menetapkan status siaga hujan lebat di Pantura Jateng (21-31 Januari 2026) dengan curah hujan 200-300 mm.
- Status siaga mencakup delapan kabupaten/kota di Pantura Jateng, memicu mitigasi banjir dan tanah longsor.
- BMKG mengimbau masyarakat dan pemda waspada bencana hidrometeorologi serta memantau informasi cuaca terbaru.
"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan segera melakukan langkah antisipasi guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi," katanya. Ini bukan sekadar imbauan rutin, melainkan seruan mendesak agar warga tidak lengah.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengaktifkan posko siaga bencana, menyiapkan jalur evakuasi, serta memastikan ketersediaan logistik darurat.
Sementara itu, masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor diminta untuk membersihkan saluran air, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, dan menyiapkan dokumen penting serta perlengkapan darurat jika sewaktu-waktu harus mengungsi.
BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan dinamika atmosfer dan memperbarui informasi peringatan dini sesuai dengan kondisi cuaca terbaru di wilayah Jawa Tengah.
Baca Juga:BRI Slawi Perkuat Kepedulian Sosial dan Solidaritas Komunitas Lokal
Informasi terkini dari BMKG harus menjadi rujukan utama bagi setiap individu dan lembaga dalam mengambil keputusan. Jangan sampai terlambat, karena keselamatan adalah prioritas utama.