- Gubernur Jawa Tengah meninjau Program Sekolah Kemitraan gratis di SMA Laboratorium UPGRIS, Kota Semarang, Senin 13 Juli 2026.
- Program ini membantu siswa prasejahtera yang gagal masuk sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan formal mereka.
- Sebanyak 3.663 siswa kurang mampu kini menempuh pendidikan melalui kerja sama Pemprov Jawa Tengah dengan 139 sekolah swasta.
Khusus di Kota Semarang, sebanyak 51 siswa diterima melalui Program Sekolah Kemitraan. Mereka tersebar di SMA Laboratorium UPGRIS sebanyak 24 siswa, SMK Bina Nusantara 21 siswa, dan SMK Ibu Kartini enam siswa.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 55 siswa juga menerima perlengkapan sekolah dan sepatu. Sementara orang tua siswa memperoleh bantuan paket sembako dari Baznas Jawa Tengah.
Luthfi juga meminta kepala sekolah dan guru memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah berlangsung secara aman, humanis, dan menyenangkan.
“Tidak ada lagi perpeloncoan, tidak ada lagi perundungan, apalagi sampai menimbulkan rasa minder. Sekolah tidak menakutkan, tetapi harus menjadi tempat yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman,” tegasnya.
Baca Juga:Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK, Ahmad Luthfi: Ikan Itu Busuknya dari Kepala!
Kepada para siswa, ia berpesan agar kesempatan pendidikan yang diperoleh dimanfaatkan untuk meraih cita-cita sekaligus memperbaiki kehidupan keluarga.
“Kalian harus menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tua, mempunyai cita-cita yang luhur, serta mampu mengubah diri sendiri maupun keluarga menjadi lebih baik,” pungkasnya.