- Seorang calon perwira taruna Akpol asal Papua Barat Daya meninggal dunia di Semarang.
- Korban diduga melompat dari lantai tiga Gedung Werving Hoegeng saat apel malam berlangsung.
- Jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Akpol untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
SuaraJawaTengah.id - Seorang Calon Perwira Taruna (Capratar) Akademi Kepolisian (Akpol) dilaporkan meninggal dunia usai diduga melompat dari lantai tiga Gedung Werving Hoegeng di kompleks Akpol, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (30/7/2026) malam.
Informasi yang dihimpun, taruna tersebut merupakan peserta didik asal pengiriman Papua Barat Daya. Peristiwa itu terjadi saat kegiatan apel malam berlangsung.
"Loncat dari lantai 3 Gedung Werving (Hoegeng), kejadian tadi malam saat apel malam," ungkap sumber di lapangan yang enggan disebut identitasnya.
Korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu langsung menjadi perhatian rekan-rekannya. Kepanikan sempat terjadi di lokasi sesaat setelah korban terjatuh.
Baca Juga:Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
Petugas kemudian bergegas mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Bhayangkara Akpol yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
"Saat ini jenazah masih berada di RS Bhayangkara Akpol," tambah sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Akademi Kepolisian maupun kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun penyebab pasti insiden tersebut.
Aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi. Sementara itu, kabar meninggalnya calon perwira tersebut mengejutkan lingkungan Akademi Kepolisian dan menjadi perhatian karena terjadi di dalam kompleks pendidikan kepolisian.
Baca Juga:Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
Kontributor : Eka Setiawan