- Anggota Exco PSSI Khairul Anwar menyatakan siap maju dalam pemilihan kepengurusan Asprov PSSI Jawa Tengah.
- Ia berencana membenahi sistem pembinaan usia muda agar tidak ada lagi pemain potensial yang berpindah ke daerah lain.
- Ia mendorong klub profesional seperti Java United menjadi muara karier yang mewajibkan penggunaan pemain ber-KTP Jawa Tengah.
Ia bahkan mengibaratkan Jawa Tengah sebagai “gadis cantik” yang banyak diminati karena memiliki banyak pemain muda potensial.
“Jawa Tengah ini ibaratnya gadis cantik. Banyak yang minat. Anak-anak dari Jawa Tengah, baik klub Liga 3, Liga 2, Liga 1, itu otomatis mereka cari bibit-bibit yang dari Jawa Tengah,” kata dia.
Persoalannya, menurut Kairul, sistem pembinaan yang dilakukan Asosiasi Kabupaten (Askab), Asosiasi Kota (Askot), hingga Asprov PSSI Jateng belum terstruktur dengan baik.
Akibatnya, tidak sedikit pemain muda potensial asal Jawa Tengah yang justru kemudian memperkuat daerah lain.
Baca Juga:Mobil Tangki Berjalan dan Belasan Barcode: Modus Licik Mafia Subsidi Rugiikan Rp11 Miliar di Jateng
“Banyak anak-anak yang potensial tiba-tiba kok dia pakai keluar atas nama Jawa Barat, Jawa Timur atau daerah-daerah lain. Ini kan juga enggak boleh terjadi seperti itu,” tegasnya.
Tiga Hal yang Harus Diperkuat
Khairul menilai ada setidaknya tiga aspek yang harus dibenahi jika ingin membangun ekosistem sepak bola Jawa Tengah yang kuat, yakni pembinaan, perlindungan atau proteksi pemain, serta penyediaan muara kompetisi dan karier.
“Yang harus kita lakukan pertama pembinaannya, yang kedua proteksinya, yang ketiga yang terpenting programnya di Jawa Tengah goal-nya harus berjalan karena anak-anak ini butuh muara,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan tidak boleh berhenti hanya pada kompetisi kelompok umur. Pemain muda harus memiliki jalur yang jelas dari level paling bawah hingga ke level elite.
Baca Juga:Teka-teki Hilangnya Mozza: Kerangka Perempuan Ditemukan di Lereng Jalan Tol Jangli Semarang
Sebab, tanpa adanya muara, pemain-pemain yang telah dibina di daerah berpotensi berpindah ke wilayah lain untuk mendapatkan kesempatan bermain dan jenjang karier.
“Anak-anak binaan Jawa Tengah mau di tingkat apa pun, kemudian di kelompok usia apa pun, muaranya berjenjangnya jelas, tidak ada yang putus,” katanya.
Karena itu, Khairul mendorong PSSI Jawa Tengah memiliki program pembinaan yang terintegrasi dari tingkat kabupaten/kota hingga klub profesional.
Dorong Klub Profesional Jadi Muara Talenta Jateng
Salah satu gagasan yang disampaikan Kairul adalah memperkuat keterhubungan antara pembinaan di level Askab/Askot dengan klub profesional yang berada di Jawa Tengah.
Ia mencontohkan pembicaraan mengenai klub Java United, yang sebelumnya dikenal sebagai Maluku United, untuk dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem sepak bola Jawa Tengah.