- MI Pagersari-Patean menjuarai kategori usia 12 pada MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2026–2027 di Stadion Universitas Diponegoro.
- SDN Kembangarum 2 Semarang berhasil mengamankan trofi juara kategori usia 10 setelah mengalahkan lawannya dengan skor 2-1 pada Minggu.
- Ayra Kirana Mahestri dan Ammaora Kalani Putri meraih gelar Top Scorer dengan mencetak puluhan gol sepanjang turnamen berlangsung.
SuaraJawaTengah.id - Peta persaingan sepak bola putri usia dini mulai berubah. Tim-tim yang sebelumnya tidak banyak diperhitungkan justru mampu menembus papan atas dan merebut gelar juara pada MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 1 2026–2027.
Kejutan paling besar datang dari MI Pagersari-Patean, Kendal. Berstatus sebagai peserta baru, tim dari kawasan perbatasan Kendal-Temanggung itu justru keluar sebagai juara kategori usia 12 (KU 12) setelah menaklukkan SDN Karangsono 2 Mranggen di partai final di Stadion Universitas Diponegoro, Minggu (6/9/2026).
Sementara pada kategori usia 10 (KU 10), SDN Kembangarum 2 Semarang juga berhasil mengamankan trofi setelah mengalahkan SDN Brumbungan dengan skor 2-1.
Munculnya dua juara baru tersebut menjadi gambaran semakin meratanya kekuatan sepak bola putri di Semarang dan daerah sekitarnya.
Baca Juga:Teka-teki Hilangnya Mozza: Kerangka Perempuan Ditemukan di Lereng Jalan Tol Jangli Semarang
Tidak hanya sekolah yang selama ini menjadi unggulan, tim-tim pendatang baru mulai mampu memberikan perlawanan hingga fase penentuan.
Final KU 12 bahkan berlangsung dramatis.
MI Pagersari-Patean langsung tampil agresif sejak menit awal. Ammaora Kalani Putri atau Maora hanya membutuhkan dua menit untuk membuka keunggulan.
Seminit berselang, Maora kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol ketiganya pada menit ke-10 membuat MI Pagersari-Patean menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Namun, SDN Karangsono 2 Mranggen belum menyerah. Selepas turun minum, mereka bangkit dan memperkecil ketertinggalan melalui dua gol, salah satunya dicetak Soraya Alfi Anggraini pada menit ke-21.
Baca Juga:Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas
Tekanan demi tekanan terus diberikan hingga pertandingan berakhir. MI Pagersari-Patean akhirnya mempertahankan keunggulan 3-2 sekaligus mengunci gelar juara KU 12.
Gelar tersebut terasa semakin istimewa karena perjalanan MI Pagersari-Patean tidak mudah. Mereka terlebih dahulu menyingkirkan salah satu tim unggulan, SDN Klepu 03, pada semifinal.
Tak mengherankan jika MI Pagersari-Patean kemudian dinobatkan sebagai Kuda Hitam turnamen.
Pelatih MI Pagersari-Patean, Pranoto, mengatakan timnya datang sebagai peserta baru dengan membawa semangat dari daerah pegunungan.
“Di sini kami peserta baru. Kami berasal dari Kendal, perbatasan Temanggung, di bawah Gunung Sindoro dan Sumbing. Kami anak gunung. Namun, ini menjadi semangat kami dan Alhamdulillah mencapai gelar juara seri ini,” ujar Pranoto.
Kejutan juga terjadi di final KU 10. SDN Kembangarum 2 harus bekerja keras menghadapi SDN Brumbungan yang lebih dulu membuka keunggulan melalui Yumna Alishba Nazafarin pada menit ketiga.