- Sebanyak 86 personel gabungan memadamkan kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing pada Minggu, 6 September 2026.
- Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 1,72 hektare vegetasi hutan Perum Perhutani KPH Kedu Utara sebelum dikendalikan sore hari.
- Petugas melakukan penyisiran lanjutan untuk memastikan tidak ada lagi titik api atau bara yang memicu kebakaran kembali.
SuaraJawaTengah.id - Asap yang terlihat dari kawasan hutan di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, memicu respons cepat petugas gabungan.
Sebanyak 86 personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran yang melanda vegetasi hutan di Petak 15-4 Blok Prantean, Desa Batursari, Kecamatan Kledung.
Kebakaran yang terjadi pada Minggu (6/9/2026) tersebut menghanguskan sekitar 1,72 hektare vegetasi hutan di kawasan Perum Perhutani KPH Kedu Utara. Api berhasil dikendalikan pada pukul 17.21 WIB.
Wakil Administratur KPH Kedu Utara Bambang Setyawan mengatakan kebakaran diketahui setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai munculnya asap di kawasan hutan.
Baca Juga:Api Masih Belum Padam, 44 Pendaki Gunung Sumbing Berhasil Turun dengan Selamat
"Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas untuk segera dilakukan pengecekan di lokasi. Alhamdulillah, api sudah berhasil dikendalikan pada pukul 17.21 WIB. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama dan sinergi berbagai unsur di lapangan," kata Bambang, Senin (7/9/2026).
Mendapat laporan tersebut, petugas langsung menuju Petak 15-4 Blok Prantean. Setibanya di lokasi, tim mendapati sejumlah titik api membakar semak dan vegetasi hutan.
Petugas kemudian melakukan konsolidasi sebelum melakukan pemadaman. Untuk menghambat pergerakan api, mereka membuat ilaran atau sekat bakar, sekaligus memadamkan titik-titik yang terbakar.
Penanganan kebakaran melibatkan 86 personel dari berbagai unsur, yakni Perhutani, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan Basecamp Azora, Basecamp Grasido, Basecamp Stikpala, Kecamatan Kledung, LMDH Argo Makmur, serta Pemerintah Desa Batursari.
Dengan kondisi medan yang berada di lereng gunung, petugas menggunakan peralatan sederhana yang disesuaikan dengan situasi lapangan. Di antaranya ranting pohon yang masih basah, cangkul, sabit, dan sprayer.
Baca Juga:Duh! Ada 44 Pendaki di Gunung Sumbing saat Kebakaran Terjadi
Kawasan yang terbakar merupakan bagian dari petak hutan seluas sekitar 6,7 hektare. Area tersebut termasuk kawasan hutan lindung yang ditanami pohon pinus sejak 1973.
Lokasi kebakaran berada pada ketinggian sekitar 1.762 meter di atas permukaan laut (mdpl). Vegetasi yang terbakar didominasi kriyu, ilalang, dan remujung.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas belum sepenuhnya meninggalkan lokasi. Penyisiran tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
"Meskipun api sudah berhasil dikendalikan, hari ini dilakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali," ujar Bambang.
Respons cepat masyarakat yang melaporkan kemunculan asap serta sinergi petugas dan relawan menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas di kawasan hutan lereng Gunung Sumbing.
[ANTARA]