UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris

Akademisi Melbourne Law School ingatkan pemerintah dan DPR agar UU Ketenagakerjaan baru yang ditargetkan rampung Oktober 2026 didasarkan pada riset empiris dan kondisi riil

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 15 September 2026 | 17:37 WIB
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris
Ilustrasi buruh pabrik alas kaki. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah dan DPR ditargetkan merampungkan undang-undang ketenagakerjaan baru paling lambat pada 31 Oktober 2026.
  • Akademisi Petra Mahy mengingatkan percepatan legislasi tidak boleh mengabaikan bukti empiris dan kondisi dunia kerja.
  • Peringatan tersebut disampaikan dalam konferensi ICOLGAS 2026 di Purwokerto yang diselenggarakan Universitas Jenderal Soedirman.

Pekerja dapat mencari dukungan dari tokoh agama, tokoh tradisional, legislator di tingkat daerah maupun pusat, hingga menggunakan demonstrasi dan kampanye media sosial. Mereka juga dapat menyampaikan pengaduan kepada lembaga negara seperti Ombudsman dan Komnas HAM.

Menurut Petra, fenomena tersebut menunjukkan bahwa hukum ketenagakerjaan bekerja dalam ruang sosial yang lebih kompleks dibandingkan sekadar hubungan antara aturan tertulis dan penegakan sanksi.

Karena itu, studi mengenai kearifan lokal dinilai penting untuk membantu negara merancang instrumen penegakan hukum sekaligus mekanisme penyelesaian perselisihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Studi empiris yang kaya tentang kearifan lokal dapat membantu merancang penegakan hukum dan proses penyelesaian sengketa yang mencerminkan praktik nyata di masyarakat,” kata Petra.

Baca Juga:Jateng Diibaratkan Gadis Cantik, Exco PSSI Khairul Anwar Siap Maju Calonkan Diri Pimpin PSSI Jateng

Petra mengangkat penelitian empiris mengenai kearifan lokal sebagai pendekatan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs dalam ICOLGAS 2026.

Konferensi yang digelar secara hibrida tersebut diikuti lebih dari 200 peserta dari Indonesia, Malaysia, India, Australia, dan Jepang. Sebanyak 120 makalah dipresentasikan dalam forum yang membahas penguatan kolaborasi riset di bidang hukum, tata kelola pemerintahan, dan keadilan sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini