- Pasar otomotif Jawa Tengah tumbuh 15,6 persen dan penjualan Daihatsu meningkat 38 persen pada Januari hingga Juli 2026.
- Gran Max varian blind van menjadi penopang utama pertumbuhan karena tingginya kebutuhan logistik dan sektor usaha di wilayah tersebut.
- Daihatsu memamerkan produk di GIIAS Semarang pada 30 September sampai 4 Oktober 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro.
SuaraJawaTengah.id - Pasar otomotif Jawa Tengah tetap menunjukkan pertumbuhan di tengah penerapan opsen pajak kendaraan bermotor. Kondisi tersebut terlihat dari total market otomotif Jawa Tengah yang tumbuh 15,6 persen, sementara penjualan Daihatsu mencatat pertumbuhan lebih tinggi hingga 38 persen.
Regional Head Jawa Tengah, DIY, Bali, dan Nusa Tenggara PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation, Budhy Lau, mengatakan dinamika pasar otomotif di Jawa Tengah cukup menarik jika dibandingkan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurutnya, penerapan opsen pajak menjadi salah satu faktor yang membedakan kondisi pasar otomotif kedua wilayah tersebut. DIY tidak menerapkan opsen, sementara Jawa Tengah menghadapi perubahan komponen biaya dalam kepemilikan kendaraan.
"Jateng tahun lalu terkoreksi cukup dalam. Menariknya, Jogja tidak ada opsen dan tumbuh lebih tinggi sebenarnya. Tapi memang Jogja tetap tumbuh, tidak setinggi Jawa Tengah," ujar Budhy.
Baca Juga:Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
Ia menyebut, pasar otomotif Jawa Tengah pada tahun ini mulai menunjukkan perubahan, salah satunya terlihat dari pergeseran permintaan terhadap kendaraan niaga.
Data Daihatsu mencatat penjualan di Jawa Tengah sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 4.156 unit. Angka tersebut meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.011 unit.
Pertumbuhan itu membuat Daihatsu menguasai sekitar 17 persen pasar otomotif Jawa Tengah sekaligus menempatkannya di posisi kedua.
Salah satu model yang menjadi penopang pertumbuhan tersebut adalah Gran Max, khususnya varian blind van. Kendaraan ini dinilai memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha dan sektor logistik yang terus berkembang.
"Terutama di Gran Max. Gran Max blind van ini jadi primadona. Pintunya kiri-kanan sliding, secara muatan cukup besar. Kita lihat kebutuhan logistik ini tinggi," kata Budhy.
Baca Juga:8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda
Menurutnya, meningkatnya aktivitas logistik turut dipengaruhi oleh berkembangnya berbagai kegiatan ekonomi, termasuk distribusi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan dukungan rantai pasok dan transportasi.
Kondisi tersebut membuat kendaraan niaga seperti Gran Max memiliki ceruk pasar tersendiri di tengah dinamika pasar mobil penumpang.
Sementara itu, pasar otomotif DIY juga mencatat pertumbuhan. Budhy menyebut total market otomotif di wilayah tersebut tumbuh sekitar 13 persen, sedangkan segmen Daihatsu tumbuh 18 persen.
Dari sisi pangsa pasar, Daihatsu di DIY mencatat sekitar 15,7 persen dan berada di peringkat kedua.
Budhy mengatakan, pertumbuhan pasar di kedua wilayah menunjukkan bahwa kebutuhan kendaraan masih berjalan meski konsumen menghadapi dinamika biaya kepemilikan kendaraan.
Selain penjualan kendaraan, Daihatsu juga berupaya menjadikan pameran otomotif sebagai ruang untuk memberikan pengalaman langsung kepada konsumen.