- Kebakaran melanda area seluas 10 hektare di TPA Jatibarang Kota Semarang pada Rabu malam.
- Petugas mengerahkan belasan mobil pemadam dan 50 personel untuk melokalisasi serta mengendalikan titik api.
- Kandungan gas metana dalam tumpukan sampah diduga menjadi pemicu sekaligus membuat bara api tetap besar.
SuaraJawaTengah.id - Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026) malam. Api membakar tumpukan sampah di zona 1, 2, dan 3 dengan perkiraan luas area terdampak mencapai 10 hektare.
Besarnya area yang terbakar membuat proses pemadaman berlangsung intensif. Belasan mobil pemadam kebakaran dan truk tangki air silih berganti masuk ke kawasan TPA Jatibarang untuk menyuplai air sekaligus melakukan penyemprotan di sejumlah titik.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Semarang Sih Rianung mengatakan, petugas saat ini berupaya melokalisasi titik api agar kebakaran tidak semakin meluas.
“Petugas berusaha melokalisasi area yang terbakar agar tidak meluas,” katanya dikutip dari ANTARA.
Baca Juga:Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
Salah satu tantangan dalam proses pemadaman adalah kandungan gas metana yang berada di dalam tumpukan sampah. Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu kebakaran sekaligus membuat bara api di dalam timbunan sampah tetap besar.
Menurut Sih, kebakaran diduga dipicu oleh kondisi gas metana di dalam tumpukan sampah. Kandungan gas tersebut juga membuat api yang membakar timbunan sampah membara cukup besar.
Untuk menangani kebakaran, sebanyak tujuh mobil pemadam disiagakan di sejumlah titik. Air untuk proses penyemprotan dipasok menggunakan mobil tangki yang secara bergantian masuk ke area TPA.
Sekitar 50 personel pemadam kebakaran juga diterjunkan untuk membantu proses pemadaman dan pengendalian api.
Kebakaran di Jatibarang ini terjadi hanya berselang sehari setelah kebakaran sebelumnya yang melanda Zona 3 TPA Jatibarang. Pada kejadian sebelumnya, petugas mengerahkan tujuh unit mobil pemadam untuk menangani area sekitar 1.000 meter persegi.
Baca Juga:Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
Kondisi tersebut membuat pengendalian kebakaran di kawasan TPA menjadi perhatian, terutama karena api pada timbunan sampah dapat tetap membara di bagian dalam dan membutuhkan proses pemadaman serta pendinginan.
Sebelumnya, Pemkot Semarang juga telah membentuk satuan tugas untuk mengantisipasi potensi kebakaran di TPA Jatibarang selama musim kemarau 2026.