- Prof. Dr. Pujiyono Suwadi resmi dilantik oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin sebagai Rektor Universitas Adhyaksa periode 2026–2031 di Jakarta.
- Pelantikan tersebut bertujuan agar perguruan tinggi mampu meningkatkan kualitas pendidikan hukum serta menghasilkan lulusan berintegritas dan berdaya saing global.
- Pujiyono membawa pengalaman akademik panjang dari Universitas Sebelas Maret serta mengharapkan dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika dalam kepemimpinannya.
SuaraJawaTengah.id - Ketua Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia (GSI) dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, S.H., M.H., resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Adhyaksa periode 2026–2031.
Pengalaman panjang di dunia akademik menjadi modal bagi Pujiyono untuk memimpin perguruan tinggi tersebut, dengan tantangan meningkatkan kualitas pendidikan hukum, membentuk lulusan berintegritas, dan memperkuat daya saing di tingkat global.
Pujiyono dilantik oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Karya Bhakti Adhyaksa, Rabu (7/10/2026), di Jakarta.
Penunjukan Pujiyono menjadi babak baru dalam perjalanan karier akademiknya. Ia diharapkan mampu membawa Universitas Adhyaksa, yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Adhyaksa, berkembang menjadi perguruan tinggi yang berkontribusi terhadap kemajuan ilmu hukum di Indonesia.
Baca Juga:Pengamat UNS: Elektabilitas Kaesang Pangarep Meroket Berkat Komunikasi Media Sosial
Jaksa Agung ST Burhanuddin menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Pujiyono. Menurutnya, Universitas Adhyaksa harus mampu menghadirkan pendidikan hukum berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing secara global.
“Semoga Universitas Adhyaksa dapat menjadi pusat pembelajaran yang mendukung perkembangan ilmu hukum di Indonesia. Universitas Adhyaksa berkomitmen dalam mendukung pendidikan hukum berkualitas dan menjawab kebutuhan akan lulusan hukum yang unggul dan bertaraf global,” ujar Burhanuddin.
Tantangan Mencetak Sarjana Hukum Berkualitas dan Berintegritas
Salah satu tantangan penting yang mengemuka dalam kepemimpinan baru Universitas Adhyaksa adalah memastikan pendidikan hukum tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori dan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter serta integritas mahasiswa.
Burhanuddin menekankan bahwa keberhasilan seorang sarjana hukum tidak semata-mata ditentukan oleh fasilitas pendidikan. Niat, usaha untuk terus mengembangkan diri, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu hukum juga menjadi faktor penting.
Baca Juga:Buntut Pembatalan Hasil Pemilihan Rektor UNS, Jamal Wiwoho Bakal Dilaporkan ke KPK
“Keberhasilan seorang lulusan hukum tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada niat dan usaha untuk mengembangkan diri serta beradaptasi dengan perkembangan ilmu hukum yang semakin dinamis,” ungkapnya.
Pesan tersebut menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan Universitas Adhyaksa.
Perguruan tinggi hukum dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memahami peraturan dan mekanisme penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam penerapan hukum.
Di bawah kepemimpinan Pujiyono, harapan terhadap peningkatan kualitas pendidikan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Universitas Adhyaksa selama lima tahun ke depan.
Meski demikian, arah pengembangan kampus, termasuk target konkret peningkatan mutu akademik, riset, dan kerja sama internasional, perlu diterjemahkan lebih lanjut melalui program kepemimpinan rektorat.
Berbekal Pengalaman Akademik UNS