- Kebakaran rumah terjadi di Desa Growong Lor, Pati, pada Minggu, 11 Oktober 2026 malam.
- Balita dua tahun meninggal dunia di RSUD Soewondo setelah mengalami luka bakar hingga sembilan puluh persen.
- Api diduga berasal dari obat nyamuk bakar di dalam kamar saat korban ditinggal orang tuanya sebentar.
SuaraJawaTengah.id - Asap yang mengepul dari sela-sela atap rumah di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi awal terungkapnya tragedi kebakaran pada Minggu (11/10/2026) malam.
Di dalam rumah itu, seorang balita berusia dua tahun masih berada di kamar ketika api mulai membesar.
Orang tuanya tidak berada di rumah. Dalam hitungan menit, kebakaran berubah menjadi musibah yang merenggut nyawa anak tersebut.
Balita itu mengalami luka bakar serius di sebagian besar tubuhnya. Meski sempat dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Pati, nyawanya tidak tertolong.
Baca Juga:Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran
Korban meninggal dunia setelah mengalami luka bakar yang dilaporkan mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.
Dugaan awal, kebakaran bermula dari obat nyamuk bakar yang dinyalakan di dalam kamar. Bara dari obat nyamuk tersebut diduga mengenai kasur tempat korban tidur hingga memicu api.
Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.
Peristiwa ini menyisakan pertanyaan tentang bagaimana api bisa membesar ketika seorang anak berusia dua tahun berada sendirian di dalam kamar, serta betapa singkatnya waktu yang dibutuhkan sebuah insiden rumah tangga untuk berubah menjadi tragedi.
Asap dari Atap Menjadi Pertanda Bahaya
Baca Juga:Keluarga Jadi Korban Gempa, Mahasiswa NTT di Jateng Dapat Bantuan Biaya Kos dari Gubernur Luthfi
![Warga Desa Growong Lor saat sedang menunjukkan TKP kebakaran yang merenggut nyawa balita. [Suara.com/Singgih Tri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/12/10839-balita-tewas-di-kebakaran-pati.jpg)
Saudara korban, Yulian Setyoaji, menuturkan bahwa orang tua korban diperkirakan meninggalkan rumah selama sekitar 10 hingga 15 menit. Ayah korban disebut keluar untuk membeli token listrik, sedangkan ibunya sedang berjualan.
Menurut Yulian, korban saat itu sedang tidur di dalam kamar. Situasi awalnya tampak seperti aktivitas rumah tangga biasa.
Namun, ketika keluarga mengetahui adanya kebakaran, api sudah melahap ruangan tempat balita tersebut berada.
“Anak itu posisi tidur, sementara ayah dan kakaknya keluar beli token listrik sekitar 10 menit saja. Saya tinggal sebentar sekitar 15 menit saja, dan waktu saya kembali, kamar sudah terbakar,” ujar Yulian.
Kebakaran pertama kali diketahui setelah nenek korban melihat asap keluar dari sela-sela atap rumah. Tanda tersebut kemudian memicu kepanikan warga sekitar.
Sejumlah pemuda setempat berusaha memadamkan api sembari meminta bantuan. Informasi kebakaran diteruskan kepada aparat desa dan Bhabinkamtibmas sebelum petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi.
Plt Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Juwana, Ipda Darmawan, menjelaskan bahwa ketika ibu korban kembali, api sudah membesar. Saat itu, keluarga tidak lagi mendapati kondisi rumah seperti semula.
“Ibunya pulang sudah terbakar. Terus ada tetangganya yang melihat terus ya menghubungi dari kelurahan desa, Bhabinkamtibmas, terus datang dipadamkan oleh mobil pemadam kebakaran dari Pati,” kata Darmawan saat dihubungi pada Senin (12/10/2026).
Korban Ditemukan di Dalam Kamar
![Warga Desa Growong Lor saat sedang menunjukkan TKP kebakaran yang merenggut nyawa balita. [Suara.com/Singgih Tri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/12/19136-balita-tewas-di-kebakaran-pati.jpg)
Di tengah upaya warga memadamkan api, perhatian utama tertuju pada keberadaan balita yang masih berada di dalam rumah. Menurut penuturan Yulian, saat proses evakuasi, korban ditemukan di dalam kamar dalam posisi merangkak di lantai.
Ruangan tersebut dalam keadaan gelap dan dipenuhi asap. Kondisi itu membuat situasi penyelamatan menjadi semakin sulit. Korban kemudian dievakuasi oleh ayahnya bersama kerabat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Luka bakar yang dialami korban tergolong sangat serius. Darmawan menyebut korban sempat dibawa ke RSUD Soewondo Pati, tetapi akhirnya meninggal dunia.
“Saat dibawa ke rumah sakit Soewondo, luka bakar kurang lebih 80 persen. Meninggal dunia. Terus tadi malam dimakamkan,” ungkapnya.
Kepala Desa Growong Lor, Narjo, mengatakan sumber api sementara diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang menyulut bahan mudah terbakar di dalam kamar korban.
“Berdasarkan dugaan sementara, sumber api penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar di dalam kamar. Obat nyamuk itu diduga menyulut bahan mudah terbakar yang berada di dalam kamar korban,” kata Narjo saat ditemui di lokasi kejadian.
Meski demikian, Narjo menegaskan bahwa keterangan tersebut masih berupa dugaan awal. Kepastian mengenai sumber api dan rangkaian penyebab kebakaran tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Dua Armada Damkar Dikerahkan
![Infografis kebakaran di Pati yang menewaskan balita. [Dok Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/10/12/26389-balita-tewas-di-kebakaran-pati.jpg)
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, membenarkan adanya kebakaran yang melanda rumah milik Purwanto di Desa Growong Lor RT 02/RW 03, Kecamatan Juwana.
Petugas mengerahkan dua armada pemadam kebakaran untuk menangani kejadian tersebut. Personel yang terlibat meliputi petugas Damkar Pati, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
Dwi melaporkan korban mengalami luka bakar sekitar 90 persen. Sementara itu, kerugian materi akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp15 juta.
Api dilaporkan melahap kamar tempat korban tidur, sedangkan bagian rumah lainnya tidak terbakar habis. Meski kerusakan bangunan dapat dihitung, kehilangan nyawa seorang anak berusia dua tahun menjadi dampak paling berat dari peristiwa tersebut.
Kontributor: Singgih Tri