- Pemerintah Kota Semarang menyiapkan 119 unit pompa dan mengeruk 38 lokasi sungai untuk mengantisipasi banjir pada Selasa (13/10/2026).
- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan sebanyak 33 lokasi telah selesai dikerjakan sementara lima titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
- Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang juga berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana untuk melakukan pengerukan sedimentasi di Banjir Kanal Barat.
Suwarto menjelaskan, penanganan tersebut masih berlangsung karena berada dalam kewenangan BBWS Pemali Juana.
“Saat ini BBWS sudah mulai mengeruk dari bagian hilir terlebih dahulu, termasuk di depan The Park. Penanganannya masih berproses karena menjadi kewenangan BBWS,” jelasnya.
Di sisi lain, Agustina mengajak masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air. Sampah yang menumpuk berpotensi menghambat aliran air dan memperburuk genangan ketika hujan turun.
Menurutnya, pemeliharaan infrastruktur, kesiapan peralatan, dan partisipasi masyarakat perlu berjalan beriringan untuk menekan risiko banjir selama musim hujan.
Baca Juga:BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob
Pemkot Semarang pun melanjutkan upaya pemeliharaan sungai dan saluran sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Penyelesaian lima lokasi yang masih berproses menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dituntaskan untuk mendukung kelancaran aliran air di berbagai wilayah kota.