- BMKG menetapkan status Waspada kekeringan meteorologis di 20 daerah Jawa Tengah pada 21–31 Oktober 2026.
- Purworejo mencatat hari tanpa hujan terpanjang di Jawa Tengah mencapai 172 hari berdasarkan pemantauan BMKG.
- Sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprakirakan mengalami curah hujan rendah pada dasarian ketiga Oktober 2026.
SuaraJawaTengah.id - Kekeringan meteorologis di Jawa Tengah belum sepenuhnya berakhir meski tidak ada lagi kabupaten/kota yang berstatus Siaga maupun Awas pada periode 21–31 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih menetapkan status Waspada di sejumlah wilayah, sementara hari tanpa hujan di Kabupaten Purworejo tercatat mencapai 172 hari.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, mengatakan status tertinggi peringatan dini kekeringan meteorologis pada dasarian ketiga Oktober 2026 adalah Waspada. Adapun status Siaga dan Awas tidak lagi tercatat pada periode tersebut.
"Status tertinggi adalah Waspada, selebihnya tidak ada peringatan," katanya saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (22/10/2026).
Meski status peringatan menurun, kondisi sejumlah wilayah masih menunjukkan periode tanpa hujan yang panjang. Berdasarkan pemantauan BMKG hingga 20 Oktober 2026, hari tanpa hujan terpanjang tercatat di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, selama 172 hari.
Baca Juga:Cuaca Semarang Panas Menyengat, Suhu Udara Diprakirakan Tembus 37 Derajat Celsius
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, yang mencatat 170 hari tanpa hujan. Sementara itu, Kecamatan Juwiring di Kabupaten Klaten dan Kecamatan Selogiri di Kabupaten Wonogiri masing-masing mengalami 157 hari tanpa hujan.
Data tersebut menunjukkan bahwa berakhirnya status Siaga dan Awas tidak serta-merta berarti seluruh wilayah Jawa Tengah telah terbebas dari kondisi kering. Masyarakat di daerah yang masih mengalami hari tanpa hujan panjang perlu tetap memperhatikan ketersediaan air dan perkembangan informasi cuaca.
20 Daerah Masih Berstatus Waspada
BMKG mencatat sejumlah wilayah di Jawa Tengah masih berstatus Waspada kekeringan meteorologis pada periode 21–31 Oktober 2026.
Wilayah tersebut meliputi Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Semarang, serta Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Grobogan, Blora, Boyolali, Klaten, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri.
Baca Juga:Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Diprediksi Tembus 37 Derajat Celsius
Goeroeh menjelaskan, berdasarkan analisis curah hujan pada dasarian kedua Oktober atau periode 11–20 Oktober 2026, seluruh wilayah Jawa Tengah mengalami curah hujan kategori rendah, yakni berkisar 0–50 milimeter per dasarian.
Pemantauan hari tanpa hujan juga menunjukkan periode kering dengan durasi yang bervariasi. Kategori ekstrem, yakni lebih dari 60 hari tanpa hujan, tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah. Kategori sangat panjang mendominasi wilayah selatan, sedangkan periode tanpa hujan selama 21–30 hari terpantau di sejumlah titik wilayah timur dan Kabupaten Brebes.
Adapun kategori menengah, dengan periode tanpa hujan 11–20 hari, tersebar di hampir seluruh wilayah. Sementara itu, kategori pendek selama 6–10 hari mendominasi wilayah utara.
“Hujan masih tercatat hingga pembaruan terakhir pada 20 Oktober di Kabupaten Banyumas,” katanya.
Hujan Belum Merata hingga Akhir Oktober
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih berpeluang mengalami curah hujan rendah pada dasarian ketiga Oktober 2026. Kondisi tersebut membuat potensi berakhirnya kekeringan di seluruh wilayah belum dapat dipastikan dalam waktu dekat.