- Darwati, warga Kabupaten Semarang, membuka layanan Agen BRILink di toko sembakonya sejak sepuluh tahun lalu.
- Ia melayani sekitar dua puluh transaksi per hari untuk memudahkan akses keuangan warga Dusun Glagah.
- Dukungan mantri BRI dan apresiasi warga membantu meningkatkan pendapatan serta kelancaran operasional usaha Darwati.
SuaraJawaTengah.id - Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, sebuah mesin Electronic Data Capture (EDC) yang awalnya hanya dititipkan seorang teman bisa mengantarkan Darwati pada perjalanan usaha selama hampir satu dekade. Kini, perempuan asal Dusun Glagah, Desa Rejosari, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, tersebut menjadi salah satu penghubung layanan keuangan bagi masyarakat di lingkungannya melalui Agen BRILink.
Perjalanan Darwati menjadi Agen BRILink tidak dimulai dengan modal usaha besar. Semua berawal dari kesempatan sederhana ketika seorang teman meminjamkan sekaligus menitipkan mesin EDC kepadanya.
Dari pengalaman awal tersebut, Darwati mulai melihat peluang usaha yang cukup menjanjikan. Apalagi, saat itu belum banyak agen BRILink di sekitar tempat tinggalnya.
Ia kemudian memutuskan membuka layanan BRILink secara mandiri di rumah. Usaha tersebut sekaligus dipadukan dengan toko sembako yang dikelolanya.
Baca Juga:BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
Keputusan itu terbukti membuka peluang baru. Masyarakat yang datang untuk membeli kebutuhan sehari-hari kini juga bisa melakukan berbagai transaksi perbankan di tempat yang sama.
"Awalnya saya dititipi atau dipinjami mesin EDC oleh teman. Kemudian tertarik untuk membuka sendiri di rumah dengan dilengkapi toko sembako," cerita Darwati.
Sudah kurang lebih 10 tahun Darwati menjalankan usaha sebagai Agen BRILink. Selama itu pula, ia berusaha menjaga kepercayaan masyarakat yang membutuhkan layanan transaksi keuangan dengan lebih mudah dan dekat.
Menurutnya, peluang tersebut muncul karena melihat kebutuhan masyarakat sekitar yang belum terlayani secara optimal.
"Tertarik menjadi agen karena melihat potensi sekitar belum ada Agen BRILink. Didukung dengan adanya toko sembako di rumah, jadi sambil berbelanja bisa sambil bertransaksi," ujarnya.
Baca Juga:5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?
Dari Toko Sembako, Layani Puluhan Transaksi
Seiring berjalannya waktu, toko sembako milik Darwati tidak hanya menjadi tempat masyarakat membeli kebutuhan pokok. Tempat tersebut juga berkembang menjadi salah satu tujuan warga untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan.
Setiap hari, Darwati melayani berbagai transaksi, mulai dari tarik tunai, transfer sesama rekening BRI, hingga transfer antarbank.
Mayoritas pengguna layanan berasal dari masyarakat umum dan pedagang di sekitar wilayah Bancak.
Dalam aktivitasnya, Darwati rata-rata melayani sekitar 20 transaksi setiap hari. Ia membuka layanan mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB agar masyarakat memiliki keleluasaan dalam mengakses layanan tersebut.
Bagi Darwati, perubahan paling terasa setelah menjadi Agen BRILink adalah kemudahan transaksi yang bisa dirasakan masyarakat sekaligus tambahan pendapatan bagi keluarganya.
"Sangat terbantu adanya Agen BRILink, tanpa harus ke bank, mendapat tambahan pendapatan," ungkapnya.
Manfaat tersebut juga dirasakan masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan untuk mendatangi kantor bank atau unit kerja BRI terdekat.
Melalui layanan yang tersedia, masyarakat dapat memenuhi sejumlah kebutuhan perbankan, termasuk bantuan aktivasi kartu ATM yang tidak aktif, penggantian PIN ATM, hingga pembukaan rekening sesuai ketentuan dan layanan yang tersedia.
Darwati menilai, keberadaan Agen BRILink menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor bank.
Kepercayaan Pelanggan Jadi Penyemangat
Hampir 10 tahun melayani masyarakat tentu menghadirkan berbagai pengalaman bagi Darwati. Salah satu hal yang paling berkesan adalah bentuk apresiasi pelanggan yang merasa terbantu dengan keberadaan usahanya.
Ia bercerita, meskipun biaya administrasi transaksi sudah mengikuti ketentuan BRILink, terkadang ada pelanggan yang memberikan uang lebih secara sukarela.
Hal itu menjadi pengalaman tersendiri bagi Darwati. Baginya, pemberian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat merasakan manfaat dari layanan yang disediakan, terutama karena bisa bertransaksi lebih dekat tanpa harus mengantre di kantor bank.
"Biaya admin sudah sesuai dengan ketentuan BRILink, akan tetapi ada pelanggan yang memberikan lebih untuk Agen BRILink karena sudah merasa terbantu. Mereka tidak harus mengantre," tuturnya.
Di balik aktivitas melayani transaksi masyarakat, Darwati juga merasakan dukungan dari BRI dalam menjaga kelancaran operasional usahanya.
Salah satunya melalui layanan pick up service atau penjemputan uang tunai dengan bantuan mantri BRI. Fasilitas tersebut sangat membantu ketika Darwati memiliki uang tunai lebih, tetapi tidak memungkinkan untuk menyetorkannya secara langsung ke bank.
"Dukungan BRI sangat membantu untuk Agen BRILink apabila ada uang tunai lebih yang tidak bisa disetorkan langsung. Dengan bantuan mantri dapat di-pick up service," jelasnya.
Berharap Layanan Terus Berkembang
Bagi Darwati, perjalanan hampir 10 tahun sebagai Agen BRILink bukan sekadar tentang menjalankan usaha dan memperoleh penghasilan tambahan. Ada manfaat sosial yang ikut tumbuh, yakni membantu masyarakat di sekitar tempat tinggalnya mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih mudah.
Dari sebuah toko sembako sederhana di Dusun Glagah, ia berupaya menghadirkan pelayanan yang bisa diandalkan masyarakat setiap hari.
Ke depan, Darwati berharap usaha yang dijalankannya semakin lancar dan berbagai layanan BRILink terus mengalami peningkatan.
"Harapannya semakin lancar dan layanan semakin baik untuk menu-menu yang ada di BRILink," pungkasnya.
Kisah Darwati menjadi gambaran bahwa peluang usaha bisa tumbuh dari kepekaan melihat kebutuhan lingkungan sekitar. Berawal dari mesin EDC pinjaman, kini ia tidak hanya mengembangkan usaha toko sembako, tetapi juga ikut mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat di wilayah pedesaan.