SuaraJawaTengah.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menganugerahkan Penghargaan Parasamya Anugraha Dharmakrida Widyatama Budaya kepada Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwana (PB) XII, Jumat (15/3/2019).
Penerimaan penghargaan tersebut diwakilkan putra-putri Sinuhun PB XII dalam acara "Mangayubagya Anugerah UNS Award kepada Almarhum SISKS Pakubuwana XII" di Gedung dr Prakosa Rektorat UNS.
Rektor UNS, Ravik Karsidi, menyatakan dasar pertimbangan PB XII menerima anugerah tersebut karena telah berjasa luar biasa dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, khususnya budaya Jawa.
"Sinuhun PB XII menurut kami telah berjasa luar biasa terhadap UNS. Beliau sangat perhatian pada pendirian UNS di Solo. Dulunya, UNS ini diresmikan Presiden Soeharto pada 11 Maret 1976, di Pagelaran Keraton Surakarta, pada saat beliau menjabat sebagai Raja di Keraton Surakarta. Beliau adalah sosok yang luar biasa dalam bidang pendidikan, utamanya pendidikan di UNS, dan mendorong pengembangan kebudayaan Jawa,” ujar Ravik kepada Solopos.com - jaringan Suara.com, Minggu (17/3/2019).
Sementara itu, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger yang mewakili keturunan PB XII mengucapkan berterima kasih atas perhatian yang luar biasa dari UNS kepada PB XII.
Dia berharap hal itu bisa menjadi suri teladan bersama, khususnya dalam hal pengembangan pendidikan dan kebudayaan jawa.
"Mudah-mudahan dengan penghargaan ini, kita tidak melupakan sejarah apa yang sudah pernah dilakukan pendahulu kita, khususnya Sawarga Sinuhun Paku Buwana XII, dan selalu ingat jati diri kita sebagai wong Jawa di mana di dalam budaya Jawa, terdapat nilai-nilai luhur yang agung bagi siapa pun," ujarnya.
Berita Terkait
-
Menakar Jalan Panjang Olahraga Indonesia
-
Kampus Mengukur Masa Depan dengan Penggaris Lama
-
Gagal Massal di SNBT 2026: 600 Ribu Peserta Gugur, UI dan UNS Masih Tak Terkalahkan
-
Salah Gaul Berujung Fatal, Ini 5 Fakta Pencabutan KIP-K Mahasiswi UNS Thalita Sandra
-
Viral Kepergok Party, Beasiswa KIP-K Mahasiswi UNS Resmi Dicabut
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin