SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan gelaran pemilihan umum (Pemilu) di Jawa Tengah berlangsung aman dan damai. Tidak ada kejadian serius yang membuat pesta demokrasi lima tahunan itu terhambat.
"Semua berjalan lancar, sampai sekarang tidak ada laporan problem serius yang terjadi khususnya soal keamanan. Ini menunjukkan kualitas demokrasi masyarakat Jawa Tengah makin hari makin baik," kata Ganjar, saat rapat Forkompinda Jateng, di Puri Gedeh Semarang, Kamis (18/4/2019).
Antusiasme masyarakat dalam pemilu tahun ini, lanjut Ganjar, juga meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari ramainya TPS-TPS di Jawa Tengah saat proses pencoblosan berlangsung.
"Untuk datanya tadi sudah disampaikan oleh KPU mencapai 80 persen. Tingkat partisipasi ini melampaui target dan saya lihat sendiri saat pagi mencoblos, masyarakat sudah berkumpul bahkan sebelum Pukul 07.00 WIB," katanya.
Namun begitu, Ganjar juga mengakui jika pelaksanaan pemungutan suara di Jawa Tengah tidak sempurna. Sejumlah problem-problem kecil seperti surat suara yang tertukar, kelebihan surat suara dan kesalahan administrasi memang masih terjadi.
"Tapi semuanya dapat ditangani dengan baik. Yang paling serius adalah adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga TPS. Namun pemungutan suara ulang itu bukan karena pelanggaran serius, hanya karena kesalahan administrasi saja," terangnya.
Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk bersabar dan menunggu hasil penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunggu putusan resmi siapa pemenang kontestasi pemilu 2019.
Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, meski sejumlah daerah ditetapkan sebagai daerah rawan, namun saat pelaksanaan pencoblosan kemarin semua berjalan aman.
"Saya sendiri bersama pak Pangdam berkeliling ke sejumlah tempat, seperti di Temanggung dan Soloraya. Semuanya berjalan aman dan kondusif," tegasnya.
Baca Juga: Tiga TPS di Jateng Akan Gelar Pemungutan Suara Ulang
Meski begitu, Condro mengatakan akan tetap mengamankan seluruh tahapan pemilu hingga tuntas. Pasca pencoblosan, tim pengamanan difokuskan menjaga rekapitulasi di kecamatan hingga nanti di Kabupaten/Kota dan Provinsi.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati Sudewo, Kasus Korupsi Makin Terkuak!
-
Banjir Landa Pantura Pati-Juwana: Hindari Kemacetan dengan Jalur Alternatif Ini!
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama