SuaraJawaTengah.id - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Soloraya mengadakan aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Senin (20/5/2019).
Mereka mendesak diadakannya evaluasi terhadap kinerja KPU menyusul banyaknya anggota KPPS yang meninggal dunia selama pelaksanaan Pemilu.
Dalam aksinya, mahasiswa juga membawa keranda berisi pocong sebagai lambang kematian. Koordinator Lapangan, Agil menyampaikan, bahwa kematian ratusan petugas itu karena kelelahan. Mereka sudah bekerja begitu keras dengan melakukan penghitungan ribuan surat suara dalam Pemilu.
"KPU harus dievaluasi secara menyeluruh, meliputi regulasi, perencanaan, organisasi, rekrutmen, pelatihan hingga dukungan. Serta adanya fasilitas untuk anggota KPPS saat menjalankan tugas," terangnya. Selain itu, Agil menambahkan, harus ada pembenahan sistem Pemilu. Sehingga pada tahun 2021 mendatang sudah ada aturan baru yang lebih baik. Dengan harapan pemerintah bisa melahirkan Pemilu yang lebih baik.
"Selain itu, agar pemberian santunan kepada keluarga anggota KPPS yang sudah meninggal segera direalisasikan," ucapnya. Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa juga menyampaikan lima pernyataan sikap. Diantaranya menyatakan turut berduka atas meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu
Kemudian mendesak agar DPR mendorong pemerintah untuk membentuk Tim Gabungan pencari Fakta (TGPF) yang independen. Yang juga melibatkan masyarakat, kalangan medis maupun tokoh masyarakat. Tujuannya adalah untuk menguak penyebab kematian petugas Pemilu.
"Menuntut pemerintah bersama DPRRI dan penyelenggara Pemilu untuk melakukan evaluasi Pemilu. Mengajak kedua belah pihak yang berkontestasi politik agar tidak memanfaatkan isu kemanusiaan untuk kepentingan politik. Dan pemerintah agar merealisasikan santunan," pungkasnya.
Guna mengamankan jalannya aksi tersebut, sejumlah personel gabungan dari TNI Polri disiagakan di kantor KPU. Selain itu, kawat berduri juga sudah dipasang di pintu masuk ke kantor KPU.
Kontributor : Ari Purnomo
Baca Juga: KPU Kemungkinan Umumkan Hasil Rekapitulasi Tingkat Nasional Hari Ini
Berita Terkait
-
Klaim Tak Kerahkan Massa, Ketua Seknas Prabowo Akan Hadir di Aksi 22 Mei
-
Pilih Jalur Konstitusional, Demokrat Tak Terlibat di Aksi 22 Mei
-
Situng KPU 90,71 Persen: Jokowi Unggul 15,67 Juta Suara atas Prabowo
-
KPU Batalkan Perhitungan 62.000 Surat Suara PSU Kuala Lumpur
-
Sinta Nuriyah Ajak Doakan Kondusifitas Usai Pemilu
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
Terkini
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem
-
3 MPV Bekas Rp50 Jutaan Tahun 2005 ke Atas: Mewah, Nyaman, dan Kini Gampang Dirawat!
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan CSR untuk Gapura Tanjung Water Park, Dukung Ekonomi Lokal Grobogan
-
OTT Bupati Sudewo, KPK Amankan Rp2,6 Miliar! Inilah Alur Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati