SuaraJawaTengah.id - Penyalahgunaan peruntukan gas elpiji bersubsidi tabung 3 kilogram yang seharusnya bagi masyarakat miskin dan usaha kecil, masih ditemukan di sejumlah rumah makan yang berada di Kota Solo, Jawa Tengah.
Dari hasil sidak yang dilakukan PT Pertamina (Persero) bersama Pemkot Surakarta bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) di Solo mendapatkan beberapa rumah makan masih menggunakan elpiji melon.
Di sela sidak, pada Selasa (25/6/2019), Sales Eksekutif Elpiji Region IV Pertamina Adeka Sangtraga Hiptapriya mengatakan tiga rumah makan tersebut seharusnya sudah masuk kategori usaha menengah yang tidak lagi berhak atas elpiji subsidi.
"Kalau dilihat kan omzet mereka sudah lumayan," katanya seperti dilansir Antara.
Sebagai tindak lanjut, elpiji melon yang diperoleh dari hasil sidak tersebut ditukarkan dengan elpiji nonsubsidi brightgas berukuran tabung 5,5 kilogram.
"Kami masih masa promo, jadi dua tabung elpiji melon ditukarkan dengan satu tabung brightgas isi," katanya.
Terkait tujuan sidak tersebut, pihaknya ingin memantau konsumsi elpiji subsidi pascalebaran.
"Kami ingin melihat apakah kesadaran masyarakat sudah tumbuh. Kami monitor ini sekaligus melakukan edukasi. Sebetulnya sosialisasi ini sudah sering kami gaungkan," katanya.
Meski demikian, dikatakannya, fakta di lapangan masih ada pengguna elpiji 3 kilogram yang belum sadar.
Baca Juga: DPR Pantau Keluhan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Sumut
"Sebetulnya aturan kan sudah jelas. Pada skala UKM, konsumsi elpiji 3 kilogram ini khusus untuk usaha yang omzetnya masih di bawah Rp300 juta per tahun. Di atas itu sudah harus menggunakan elpiji nonsubsidi," katanya.
Sementara itu, dari hasil sidak didapatkan terdapat 28 tabung elpiji 3 kilogram masih digunakan di rumah tiga rumah makan tersebut.
"Hanya di satu rumah makan yang tabungnya belum ditukar karena tadi alasannya pemilik sedang tidak di tempat. Ini yang kadang jadi kendala kami saat melakukan sidak di lapangan," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Elpiji 3 kilogram Hiswana Migas Surakarta Agustinus Aditya mengimbau kepada pelaku usaha rumah makan golongan menengah untuk mengganti tabung gas elpiji tiga kilogram.
"Termasuk kalau ada rumah makan yang masih menggunakan elpiji 3 kilogram, kami minta agar mereka mengganti elpiji nonsubsidi. Elpiji 3 kilogram kan memang disubsidi dan hanya untuk masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Berita Terkait
-
Pangkalan Jual Elpiji di Atas HET, Pertamina Ancam Stop Pasokan
-
Elpiji Bersubsidi Langka di Palu, Terjadi Jauh Sebelum Ramadan
-
Jelang Ramadhan, Pemerintah Diminta Amankan Stok Elpiji 3 Kg
-
Ketua DPR Minta Pemerintah Serius pada Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
-
Pertamina Pastikan Stok Elpiji 3 Kg Aman di Daerah
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
BRI Peduli Hadirkan Sepeda Bagi Mahesa yang Bersekolah di Pesisir Semarang: Makin Semangat Belajar
-
Wapres Gibran dan Ahmad Luthfi Turun Tangan, 700 Lebih Warga Batang Terdampak Dugaan Keracunan MBG
-
Pertamax Turbo Panaskan Final MotoPrix 2026 di Mijen Semarang
-
Temuan di Lapas Cibinong Jadi Alarm, Pakar Dorong Imipas Sisir Seluruh Lapas
-
Bhimasena Run for Whale Shark 2026 Satukan Langkah untuk Kepedulian Laut Batang