SuaraJawaTengah.id - Narapidana kasus investasi bodong, Yusak Sie Haryanto (60), nekat mengakhiri hidupnya saat menjalani hukuman di Rutan Kelas IA Solo, Jawa Tengah, Senin (15/7/2019).
Yusak nekat mengakhiri hidupnya dengan cara minum cairan pembersih lantai yang ada di kamar mandi tahanan.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Dr Moewardi Solo, tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Kepala Pengamanan Rutan Kelas IA Solo, Andi Rahmanto menjelaskan, kejadian kali pertama diketahui oleh teman sekamar Yusak yang ada di Blok B nomor 4.
Saat itu, Yusak diketahui muntah-mutah. "Melihat kejadian itu, teman satu blok korban mencoba memberikan pertolongan. Saat hendak ditolong, dari mulut korban keluar busa berbau pembersih lantai," terang Andi saat ditemui di kantornya, Senin (15/7/2019).
Selanjutnya, kata Andi, korban dilarikan ke klinik yang ada di rutan. Tetapi karena kondisinya terus memburuk, Yusak langsung dilarikan ke RSUD Dr Moewardi, Solo.
”Di rumah sakit, korban sempat menjalani perawatan. Tetapi, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal pukul 12.35 WIB," tambahnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang menangani, kematian Napi investasi emas bodong itu disebabkan karena cairan pembersih lantai. Pihak Rutan segera menghubungi pihak keluarga untuk mengurus jasad korban.
"Yusak divonis 1,5 tahun penjara. Seharusnya akhir Desember ini bebas. Tapi kemudian Polresta melimpahkan berkas perkara split Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Diduga ia depresi dengan kasus keduanya ini.”
Baca Juga: Kronologi AF Dicekoki Sabu, Dicabuli hingga Nekat Coba Bunuh Diri
Untuk dikethaui, Yusak merupakan terpidana kasus investasi bodong emas yang terjadi tahun 2018 lalu. Jumlah korban atas kasus ini mencapai ratusan orang. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 111 miliar.
Kontributor : Ari Purnomo
Berita Terkait
-
Pacarnya Cuma Mampu Rp 10 Juta buat Lamaran, Si Wanita Bunuh Diri
-
Diduga Pikiran Terganggu Akibat Kecelakaan, Andik Tewas Nyemplung Sumur
-
Usai Kabur dari RS Jiwa, Dinarto Tewas Gantung Diri di Lonceng Gereja
-
Sulawesi Selatan dan Tengah Paling Marak Investasi Bodong
-
OJK Berikan Dua Tips Agar Terhindar dari Investasi Bodong
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah